Pong Harjatmo: Ngapain DPR ke Eropa cuma urusi santet

"Mendingan ngurusi nasib rakyat, ngurusi bagaimana menghapuskan korupsi, penegakan hukum," ujar Pong.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
 Pong Harjatmo: Ngapain DPR ke Eropa cuma urusi santet
pong harjatmo. ©2012 Merdeka.com/dok

Artis senior Pong Harjatmo menilai usulan dimasukkannya pasal Santet ke Rancangan Undang-Undang (RUU) KUHP cuma upaya pengalihan isu. Pasalnya, masih banyak persoalan bangsa yang lebih besar, namun belum terselesaikan."Ngapain DPR ribut-ribut studi banding sampai ke Eropa buat ngurusin santet. Mendingan ngurusin nasib rakyat, ngurusi bagaimana menghapuskan korupsi, penegakan hukum, atau masalah yang lebih penting lainnya," ujar Pong Harjatmo usai mengikuti aksi demonstrasi bersama beberapa pemerhati budaya di Museum Radyapustaka, Solo, Jawa Tengah, Rabu (276/3).Menurut Pong, rencana Komisi III DPR yang akan melakukan studi banding ke beberapa negara Eropa dan Amerika, hanyalah menghambur-hamburkan uang rakyat. "Ini plesiran, menghambur-hamburkan uang negara, atau membenahi budaya bangsa," kata Pong.Pong menambahkan, akhir-akhir ini spiritual bangsa Indonesia mulai berkurang. Bangsa Indonesia, menurutnya dianggap mampu, menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk masalah santet, tanpa harus meminta bantuan asing. Salah satunya yang juga dibahas mengenai RUU Santet.Sementara itu, pemerhati budaya dari Satu Rakyat Indonesia, Sri Eka Sapta Wijaya mengkhawatirkan RUU Santet jika disahkan, akan disalahgunakan sebagian masyarakat, untuk mengebiri tradisi, adat istiadat dan budaya yang ada di Indonesia."Saya khawatir dan prihatin ini suatu saat akan digunakan orang-orang yang tak bertanggung jawab, untuk mengadu domba dan memecah belah. Padahal Indonesia itu terdiri dari berbagai macam budaya. Ketika kebhinekaan sudah mulai disentuh, maka dikhawatirkan akan terjadi persoalan besar, atau perpecahan bangsa," ucapnya.

Rekomendasi