Polri duga ledakan di Cipete berasal dari bom rakitan

Polisi belum menemukan titik terang siapa yang meledakkan bom rakitan itu di dekat rumah jenderal.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Polri duga ledakan di Cipete berasal dari bom rakitan
Lokasi ledakan Cipete. ©2013 Merdeka.com

Polri menduga ledakan di Cipete berasal dari bom rakitan, bukan petasan. Temuan di lapangan memperkuat dugaan itu.

"Yang jelas itu bahan peledak yang dirakit, hasil rakitan dan meledak kemungkinan juga bukan petasan. Kalau petasan biasanya ada kertas yang tersisa," terang Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli di Komisi Hukum Nasional, Jakarta, Rabu (13/2).

Boy juga belum bisa memastikan ledakan itu ada kaitannya dengan Kapolda Kalteng, Brigjen Pol Bachtiar Tambunan. Dia mengatakan perlu penyidikan lebih dalam untuk memastikan hal tersebut.

"Itu belum bisa kami jelaskan. Yang jelas itu hanya berdekatan, kalau dikaitkan belum bisa disimpulkan perlu dibuktikan dulu orang dan motifnya baru tergambar," lanjut dia.

Kini untuk menyelidiki siapa pelaku, polisi mulai telusuri cctv di sekitar TKP. Dari sini diharapkan ada titik terang peledakan Cipete yang mencederai suami istri, Sunardi dan Lusiana.

"Kami telah memeriksa saksi-saksi dan mempelajari kandungan bahan materil yang dipakai . Kami sedang mencari info-info dari cctv sedang diupayakan," tutup Boy.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan berdaya rendah terjadi di pinggir jalan Abdul Majid Raya, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/3). Akibat ledakan tersebut, meninggalkan bekas berupa sebuah lubang dengan kedalaman sekitar 3-5 sentimeter di lokasi kejadian.

Menurut keterangan dari Ketua RT setempat, diketahui bahwa lokasi ledakan tepat di bagian samping rumah Kapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Bachtiar Hasanuddin Tambunan.

Rekomendasi