Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin, pergi ke Turki pada 7 Februari lalu atau sehari sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan surat perintah pencegahan kepada Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM. Karena kepergian cuma selisih satu hari, spekulasi pun muncul Ridwan ingin menghindari jeratan hukum.Status Ridwan dalam dugaan korupsi impor daging sapi memang baru saksi untuk tersangka Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Presiden PKS. Namun, tidak tertutup kemungkinan dia juga bakal ditetapkan sebagai tersangka, jika KPK menemukan dua alat bukti untuk menjeratnya.Kepergian Ridwan ke Turki ini mengingatkan publik pada kisah pelarian Nunun Nurbaetie, yang saat itu dijerat dalam kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004. Saat itu, Nunun kabur ke Singapura.Saat bertolak ke Negeri Singa pada 23 Februari 2010, Nunun memang belum berstatus tersangka atau bahkan dicekal. Dia masih saksi untuk tersangka sejumlah anggota DPR. Namun saat dipanggil beberapa kali oleh KPK, Nunun selalu mangkir.Pada Februari 2011 atau setahun setelah kepergian Nunun ke Singapura, KPK baru menetapkan Nunun sebagai tersangka. Setelah itu, Nunun tidak kembali ke Indonesia hingga tertangkap di Thailand, 7 Desember 2011 lalu.Kisah yang sama juga pernah dialami Muhammad Nazaruddin, yang dijerat dalam dugaan korupsi Wisma Atlet. Mantan Bendahara Umum Demokrat itu kabur ke Singapura pada 23 Mei 2011 atau sehari sebelum surat pencegahan diterima Ditjen Imigrasi KemenkumHAm dari KPK.Menkum HAM saat itu, Patrialis Akbar, mengungkapkan, Nazaruddin meninggalkan Indonesia dengan pesawat Garuda 23 Mei pukul 19.30 WIB. Sementara permohonan cekal dari KPK diterima tanggal 24 Mei sekitar pukul 18.00. "Jadi sekitar 24 jam-lah setelah keberangkatan Nazaruddin. Terlambat KPK-nya," ujar Patrialis.Kisah pelarian Nazaruddin akhirnya berakhir setelah KPK dan Interpol berhasil menangkapnya di Cartagena, Kolombia, pada 7 Agustus 2011. Sebelumnya, Nazaruddin diduga singgah ke beberapa negara.Meski berhasil kabur dari jeratan KPK, toh Nunun dan Nazaruddin berhasil ditangkap, lengkap dengan ekspose media yang mungkin tidak seheboh kalau mereka tidak melarikan diri. Seperti kata pepatah, semua pelarian pasti ada akhirnya. Akankah Ridwan akan bernasib sama dengan Nunun dan Nazaruddin?
Akankah kisah anak bos PKS berakhir seperti Nunun dan Nazar?
Seperti kata pepatah, semua pelarian pasti ada akhirnya.
Rekomendasi