BNPB: Km 80-100 Tol Cipularang daerah rawan longsor

Kontur tanah di sekitar Jatiluhur yang labil juga mengakibatkan tebing rawan longsor.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
BNPB: Km 80-100 Tol Cipularang daerah rawan longsor
Longsor di Tol Cipularang. @dhani_haf/ Twitter©2013 Merdeka.com

Hujan deras pada sore hari menyebabkan longsor tebing jalan di tol Cipularang pukul 18.30 WIB tadi. Longsoran menutup tiga ruas tol Cipularang Km 100 arah Bandung ke Jakarta sepanjang sekitar 100 meter."Ruas jalan tol Cipularang sepanjang Km 80-100 merupakan daerah rawan longsor. Beberapa kejadian longsor pernah terjadi di ruas jalan tersebut seperti di Km 84; 92,4; 96,8; 98,4 dan sebagainya," kata Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (12/2).Kondisi batuan yang labil dengan tipe longsoran bertipe merayap sering menimbulkan longsor. Batuan ini terdapat di sekitar Km 84 di Kampung Ciganea, Jatiluhur. Kontur tanah yang labil juga mengakibatkan tebing rawan longsor.Upaya mengatasi longsor tebing ruas jalan tol telah dilakukan oleh Jasa Marga seperti membangun tembok penahan tebing setinggi 5 meter. "Bahkan pada tahun 2013 ini PT Jasa Marga mengalokasikan dana Rp 45 miliar untuk mengatasi longsor di tol Cipularang. Dana sebesar Rp 30 miliar digunakan untuk mengantisipasi longsor dan sisanya untuk perbaikan permukaan jalan bebas hambatan tersebut," kata Sutopo.Longsor berada di Km 100 Desa Sawit, Kec Darangdan, Kab Purwakarta, Jabar. Tinggi material longsor mencapai 2-3 meter sehingga hanya ada satu ruas yang bisa digunakan oleh pengendara. Untuk mengatasi kemacetan, kendaraan dialihkan di pintu tol Padalarang dan Cikamuning. Petugas kepolisian dan Jasa Marga saat ini masih di lapangan untuk membantu pengalihan arus dan berusaha membuka jalur. "Alat berat diupayakan di lokasi untuk membersihkan material. Hujan dan malam hari menjadi kendala pembersihan longsor. Hingga saat ini belum ada korban jiwa," tutupnya.

Rekomendasi