Salah satu motor tim ElektrikCar, Danet Suryatama yang mengembangkan mobil listrik Tucuxi mengaku kecewa atas tindakan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Danet mengaku kini disingkirkan, padahal dia sudah rela mengerjakan proyek ini dengan melepaskan karier di Amerika Serikat.
Beberapa hari lalu, mobil Tucuxi yang dikendarai Dahlan Iskan menabrak tebing di Magetan, Jawa Timur. Kecelakaan itu, ujar Danet akan makin membuat teknologi Tucuxi yang sempat dirahasiakannya jadi terbongkar.
"Saya ikhlas selama mengerjakan proyek Tucuxi ini tanpa mengambil gaji/keuntungan dan harus melepaskan karier/gaji di AS. Saya rela melakukannya karena inilah janji saya ketika pulang ke Indonesia (setelah kedua kalinya) untuk membawa teknologi yang saya ketahui bagi kepentingan masyarakat dan kemajuan Indonesia. Inilah cerita sedih mobil listrik Tucuxi; penciptanya disingkirkan setelah mobil jadi, teknologinya dibongkar, mobilnya hancur luarnya," ujar Danet Suryatama dalam rilis yang diterima merdeka.com, Sabtu (12/1).
Menurut Danet, dengan hancurnya bagian luar Tucuxi, maka dalamnya makin mudah dipelajari dengan terperinci oleh pihak yang membongkar Tucuxi tanpa izinnya. "Kami prihatin sekali menyaksikan nasib dan bentuk Tucuxi saat ini," ujar Danet.
Danet bercerita, selama pembuatan Tucuxi, saya pernah tertidur di dalamnya karena kecapekan, serta makan dan salat di dekatnya. Niatannya adalah ingin membantu pengembangan mobil listrik di Indonesia dengan teknologi yang tidak ketinggalan dari negara maju lainnya.
Dia menambahkan, memang tak semua parts dari Tucuxi adalah parts yang canggih, akan tetapi integrasi berbagai parts tersebut ke dalam suatu mobil menghasilkan mobil yang cukup handal dan mampu melindungi penumpang dan baterai ketika tabrakan serta menghasilkan mobil listrik yang mampu berlari kencang.
"Tujuan pengembangan mobil mahal dan handal ini adalah untuk menunjukkan kepada publik bahwa kita (bangsa Indonesia) mampu melakukan rekayasa teknologi yang sulit dan kompleks sebelum nantinya membangun mobil listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat atau transportasi publik," ujar Danet.