Menteri BUMN Dahlan Iskan hari ini dimintai keterangan di Mapolda Jatim seputar kasus kecelakaan mobil Tucuxi yang dikendarai saat uji coba. Selama tiga jam diperiksa, Dahlan dicecar 33 pertanyaan.Dahlan diperiksa di ruang RTMC Ditlantas Polda Jawa Timur. Saat dicecar berbagai pertanyaan oleh wartawan, Dahlan tak memberikan jawaban baru seputar insiden itu. Bahkan dia kembali mengulang janjinya yakni siap mencium kaki wartawan karena kesalahannya mengendarai mobil listrik yang menggunakan plat nomor DI 19 tersebut.Dahlan sempat memuji kehebatan mobil buatan Danet Suryatama tersebut. Mulai akselerasi dan power saat jalanan menanjaknya, diakui sangat luar biasa."Jika mobil ini (Tucuxi) dilakukan uji coba di Sentul, kelemahan mobil ini tidak akan diketahui. Mobil ini harus dikembangkan di Indonesia. Selama ini mobil di Tanah Air dikuasai oleh luar negeri, untuk ke depan, mobil buatan dalam negeri harus dikembangkan," kata Dahlan kepada wartawan di Mapolda Jatim, Kamis (10/1).Namun wartawan terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Kesal dengan wartawan yang sudah bertanya namun tak mempedulikan jawabannya, Dahlan pun berang."Hei yang bertanya itu, punya etika nggak? Yang tanya harus memperhatikan jawaban, ini etika pertanyaan, sangat tidak beretika ketika yang tanya tidak mendengar," bentak Dahlan ketika melihat salah satu wartawan yang tengah berbisik dengan wartawan lain.Tak hanya itu saja, di akhir sesi tanya jawab dengan wartawan itu, Dahlan kembali berbicara dengan nada tinggi ketika wartawan menanyakan soal barang bukti yang disita polisi."Emangnya saya penjahat? Apakah saya pernah mencuri di rumah kamu? Saya ini bukan kriminal," bentak Dahlan lagi.Dia pun kemudian bergegas menuju mobil Toyota Alpard warna putih yang akan menjemputnya. Sebelum masuk mobi, Dahlan tiba-tiba tersadar kalau dia baru saja membentak-bentak wartawan."Oh iya tosh, tosh dulu," kata Dahlan sembari menepukkan tangannya dengan tangan para wartawan.
Usai diperiksa di Polda Jatim, Dahlan emosi ditanya wartawan
Dia berbicara dengan nada tinggi dan membentak saat wartawan tak memperhatikan penjelasannya usai bertanya.
Rekomendasi