4 Penerawang dan ahli ruwat bicara Tucuxi Dahlan Iskan

Ada yang bilang kurang syarat, ada pula yang bilang, ruwatan harusnya menyelaraskan besi dan bumi.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
4 Penerawang dan ahli ruwat bicara Tucuxi Dahlan Iskan
Bukti Tucuxi. ©2013 Merdeka.com/handout/Danet Suryatama

Sebelum melakukan perjalanan ke Surabaya, Menteri BUMN Dahlan Iskan terlebih dahulu meruwat mobil listrik Tucuxi di Solo. Ruwat tersebut ditujukan agar mobil terhindar dari segala bahaya, bala dan fitnah dari manapun.Ruwatan tersebut dilakukan oleh dalang kondang Ki Manteb Soedharsono dengan sebuah upacara mandi kembang di Solo, Sabtu (5/1), pukul 01.11 WIB dini hari. Hal itu didasari oleh hitungan tahun Saka yang sangat pas untuk meruwat Kolo. Dalam ajaran Jawa, Bethoro Kolo adalah pangeran kegelapan yang selalu membawa nasib buruk atau kejahatan.Setelah diruwat, mobil Tucuxi Menteri BUMN Dahlan Iskan mengalami kecelakaan di Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu (5/1) kemarin. Ini kata para budayawan, penerawang dan ahli ruwat.

Kurang syarat
Ki Sabdo Jagad Royo. ©2013 Merdeka.com

Menurut paranormal asal Surabaya, Jawa Timur, Ki Sabdo Jagad Royo, ruwatan yang dilakukan Ki Manteb Soedharsono pada mobil mirip Ferrari itu kurang memenuhi syarat.Ki Sabdo menambahkan ada bahasa-bahasa khusus yang harus disebut secara lengkap. Dia meyakini insiden itu terjadi karena dalam ritual yang dilakukan Ki Manteb Sudarsono ada kekurangan."Ritual tersebut ada kekurangan. Maka dengan tegas saya katakan, ya. Karena dalam ritual ada bahasa-bahasa, yang mungkin salah satunya tidak disebut. Hanya saja, karena ada etika sebagai sesama spiritual, lebih baik saya diam sajalah," ungkap Ki Sabdo di kediamannya Jalan Kedung Anyar, Surabaya, Senin (7/1).Menurut Ki Sabdo, melihat waktu kejadiannya yang di awal tahun, secara garis besar menunjukkan sebagai permulaan dari dosa-dosa para penghuni Istana Negara. Oleh karena itu, kata dia, Presiden SBY wajib memenuhi semua kekurangan tersebut.

Tak perlu diruwat
Mobil tucuxi Dahlan. ©2013 Merdeka.com/parwito

Wakil Pangageng Sasana Wilapa keraton Surakarta Kanjeng Pangeran (KP) Winarnakusumo mengatakan, mobil Tucuxi sebenarnya tak perlu diruwat atau dimandikan dengan air. Apalagi air tersebut berasal dari berbagai sumber mata air, dan harus dari 4 penjuru. Winarna yang sering dipanggil Kanjeng Win tersebut mengungkapkan, baik Meneg BUMN Dahlan Iskan maupun mobil Tucuxi, hanya perlu berdoa atau di doakan saja."Sebagai hamba Allah SWT, kita itu wajib berdoa, untuk keselamatan diri kita sendiri, dan barang-barang yang kita cintai. Itu lebih baik kita lakukan sendiri tanpa perantara apapun," ujarnya ketika dihubungi merdeka.com, Senin (7/1).Menurut Kanjeng Win, orang yang akan melakukan ruwatan, atau meruwat seseorang atau barang, haruslah terlebih dahulu mensucikan dirinya. Menanggapi diruwatnya Tucuxi, Kanjeng Win tidak mempermasalahkannya."Benda hidup atau mati itu menurut saya sama saja, bisa diruwat, atau didoakan. Yang penting yang mendoakan ini harus percaya pada kekuasaan Allah SWT. Silakan, tapi menurut saya, cukup didoakan saja, tak perlu sampai dimandikan segala," katanya.

Belum bisa disebut ruwatan
Mobil Tucuxi kecelakaan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Pakar ruwat Solo, Kanjeng Raden Aryo (KRAr) Mulyono Adi Nagoro menilai, apa yang dilakukan Ki Manteb Sudarsono bukanlah sebuah ritual ruwatan untuk mobil Tucuxi. Melainkan hanya doa untuk keselamatan Meneg BUMN, Dahlan Iskan saja."Kalau ruwatan Tucuxi itu harus ada penyelarasan antara besi (mobil Tucuxi) dengan tanah yang akan dilalui. Dalam ruwatan kemarin, belum bisa dikatakan sebagai ruwatan. Itu hanya ritual biasa, semacam pelepasan kontingen apa gitu. Untuk meruwat Tucuxi, antara mobil dan tanah yang akan dilalui harus dimajemukkan," kata Kanjeng Adi, panggilan akrab KRAr Mulyono Adi Nagoro.Kanjeng Adi yang pernah meruwat pesawat Lion Air usai kecelakaan di Bandara Adisumarmo Solo beberapa tahun lalu menuturkan, apa yang dilakukan Ki Manteb Sudarsono, hanyalah doa biasa, atau hanya transfer energi kepada Dahlan Iskan. Karena telah dilakukan transfer energi, lanjut Kanjeng Adi, Dahlan Iskan bisa selamat."Ruwatan itu yang utama manusianya, bukan mobilnya. Yang berinteraksi dengan energi alam itu manusia, kalau benda (mobil Tucuxi) itu cuma dimajemukkan atau diselaraskan," tambahnya.

Salah ruwat
Mobil Tucuxi tiba di Solo. ©2013 Merdeka.com/ Arie Sunaryo

Tragedi kecelakaan yang menimpa Meneg BUMN Dahlan Iskan menimbulkan pertanyaan. Beberapa orang memberikan analisanya, termasuk secara supranatural yang dilakukan oleh paranormal Ki Kusumo.Menurut Ki Kusumo, mobil listrik 'Ferrari' Tuxuci yang dikendarai Dahlan Iskan perjalanan dari Solo ke Surabaya telah salah ruwat."Ruwatan itu ibarat finishing, jadi harusnya dilakukan setelah uji coba, bukan sebelumnya. Jadi wajar terjadi kecelakaan meski sudah diruwat," ucap Ki Kusumo saat dihubungi wartawan, Minggu (6/1) malam.Dia menambahkan, ruwatan seharusnya tidak hanya dilakukan untuk mobil saja, tapi juga untuk pejabatnya, yakni Dahlan Iskan."Saya kira, lebih pas kalau menterinya yang diruwat. Bukan mobilnya. Pak Dahlan itu kan pejabat negara. Makin tinggi jabatannya, makin gencar angin-angin negatif yang menghampirinya," lanjut pria yang biasa meruwat kalangan artis dan pejabat itu.

Rekomendasi