Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah rawan bencana seperti banjir, gempa, longsor, hingga tsunami. Untuk itu, pembangunan infrastruktur harus berbasiskan bencana."Pembangunan infrastruktur di Jawa Barat ke depannya perlu memperhatikan faktor bencana, karena banyak daerah yang tergolong rawan bencana," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf di Hotel Panghegar, Bandung, Jumat (23/11) dalam acara Mukernas Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeksindo).Jika berkaca dari bencana-bencana yang ada, kata dia, pembangunan infrastruktur berbasis bencana merupakan bagian dari salah satu solusi, sebab pembangunan akan mengedepankan kondisi lingkungan.Misalnya pembangunan rumah yang ada saat ini di Kabupaten Bandung. Jika kebanyakan rumah berlantai dua paling tidak penghuni bisa mengungsi ke lantai dua saat banjir mendera. "Itu mungkin salah satu contohnya," ungkapnya.Untuk hal lain, yakni penggunaan bahan yang tidak sedikit-dikit rusak. Dia menilai penggunaan bahan anti rusak akibat bencana sangat penting agar pembangunan bisa lebih tahan lama."Dengan perhitungan terhadap dampak bencana, diharapkan bisa lebih tahan lama," ujarnya.Dede menambahkan, pembangunan infrastruktur ke depannya harus diterapkan ke semua bidang. Seperti pembangunan jalan, jembatan, waduk, dan proyek yang bisa meminimalisir timbulnya bencana.
Pembangunan infrastruktur di Jabar harus berbasis bencana
Jawa Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang tergolong rawan bencana.
Advertisement
Rekomendasi