Jenazah mantan Densus 88 yang tewas di Kerobokan tak diautopsi

Kapolres Badung Beny Arjanto mengatakan, autopsi tidak dilakukan karena tidak ada persetujuan dari pihak keluarga.

Wayan Anantara
Oleh Wayan Anantara - Reporter
Jenazah mantan Densus 88 yang tewas di Kerobokan tak diautopsi
Jenazah mantan Densus 88 yang tewas di Kerobokan tak diautopsi

Jenasah Agus Riyadi, napi Lapas Kerobokan yang tewas diduga overdosis tidak diautopsi. Hal itu mengakibatkan penyebab tewasnya mantan anggota Densus 88 Antiteror ini misterius.Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah Denpasar Dudut Rustyadi mengatakan, dengan tidak dilakukan autopsi, penyebab tewasnya korban tidak bisa diketahui. "Saya tidak bisa memastikan hal itu (penyebabnya) karena tidak ada permintaan dari polisi," kata Dudut, Rabu (21/11).Padahal, lanjut Dudut, jika diautopsi, bisa diketahui penyebab tewasnya korban melalui pemeriksaan di laboratorium forensik. Karena itu, Dudut tidak bisa memastikan penyebab korban tewas, pun halnya dengan dugaan overdosis.Kapolres Badung Beny Arjanto secara terpisah menyatakan, autopsi tidak dilakukan karena sejauh ini tidak ada persetujuan pihak keluarga. Soal dugaan overdosis, Beny menyatakan bisa saja tapi harus dilakukan penyelidikan lebih jauh. "Kita sudah periksa sejumlah saksi di antaranya napi yang satu sel dengan korban," kata dia.Riyadi disebut-sebut sebagai bandar narkoba di Lapas Kerobokan. Beberapa waktu lalu dia sempat hendak ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN), tapi batal karena mendapat perlawanan dari para napi.

Rekomendasi