2 Anak korban amukan pria stres di gereja HKBP dirujuk ke Medan

Aksi Bernard berhasil dihentikan warga dan kemudian menghakiminya. Pria itu juga tewas.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
2 Anak korban amukan pria stres di gereja HKBP dirujuk ke Medan
pisau ancam . shutterstock

Bronson Hababel Hutapea (9) dan Ferdinand Sitompul (10), dua anak dari delapan korban amukan pria stres di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, tiba di RSUP H Adam Malik, Medan, Senin (5/11) dini hari. Kedua bocah ini merupakan korban kejadian memilukan di gereja HKBP Desa Simanosor, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah, Minggu (4/11). Saat itu, Bernard Gultom (33), pria yang diduga stres, menyerang membabi buta dengan parang dan tombak saat anak-anak sedang Sekolah Minggu. Akibatnya, tiga bocah tewas, yaitu Joki Nainggolan (4), Rohanna boru Panggabean (4) dan Aprilia boru Pasaribu (4).Lima orang lainnya juga terluka, yaitu Bronson Hababel Hutapea (9) dan Ferdinan Sitompul (10), Nandar Simanjuntak (5), Samuel Pasaribu (16), dan Dapot Pasaribu (40).Aksi Bernard berhasil dihentikan warga dan kemudian menghakiminya. Pria yang tinggal tidak jauh dari gereja HKBP itu juga tewas.Sementara itu, Bronson Hababel Hutapea dan Ferdinand Sitompul, dua di antara lima korban luka, kini dalam kondisi kritis sehingga terpaksa dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan, setelah sempat dirawat di RSUD FL Tobing Sibolga.Bronson mengalami luka bacokan di kepala sebelah kanan. Daun telinganya bahkan nyaris putus. Putra pasangan Togu Hutapea dan Ilona br Pasaribu ini merupakan korban terparah di antara lima korban luka. Tenaga medis di Instalasi Gawat Darurat RSUP H Adam Malik Medan menyatakan, sudah mendapatkan empat kantung darah diberikan kepada Bronson dalam 12 jam perjalanan dari RSUD FL Tobing, Sibolga.Sementara itu, kondisi Ferdinan Sitompul juga cukup serius. Selain luka bacok, bocah ini juga terkena tusukan tombak di bagian belakang kepala.Orangtua korban histeris saat mengantarkan anaknya di rumah sakit. Namun mereka hanya bisa pasrah dengan apa yang dialami anak mereka. "Saya menyesal tidak berada di gereja mendampingi anak saya sebagaimana biasanya. Waktu itu saya sakit," ucap Ilona br Pasaribu, ibu Bronson.

Rekomendasi