Setelah berlayar selama 10 bulan, KRI Dewaruci akhirnya bersandar ke Pangkalan Komando Armada Timur (Koarmatin) TNI AL di Surabaya, Jawa Timur, hari ini. KRI Dewaruci sebelumnya meninggalkan Kota Surabaya sejak 14 Januari lalu. KRI Dewaruci berlayar mengarungi dunia membawa 69 kadet tingkat III Akademi TNI AL. Merekaterdiri 43 kadet korps pelaut, 10 korps elektronika, dan 16 korps teknik.Sebelum sampai ke Surabaya, kapal yang punya sejarah bagi mantan kadet TNI AL itu sempat lego jangkar di Perairan Selat Madura, pada Selasa (16/10) kemarin. Namun, pagi ini, KRI Dewa Ruci telah kembali ke rumahnya di Pangkalan Koarmatin TNI AL.Menurut Kadispen Koarmatim TNI AL, Letkol Yayan Sugiana, dalam pelayarannya menuju Surabaya, KRI Dewa Ruci sempat berhadapan dengan gelombang setinggi lima meter saat melintas di Teluk Jakarta. Beruntung kapal berhasil melawan hempasan badai. Saat pelayarannya menuju Surabaya, KRI Dewa Ruci diiringi KRI Arung Samudera II, yang dipimpin Mayor Pelaut M Dofir."Kedua kapal ini sama-sama pernah mengelilingi dunia," kata Yayang bercerita kepada wartawan di lokasi, Rabu (17/10)Kepulangan KRI Dewa Ruci ini, tergolong istimewa. Selain dikawal KRI Arung Samudera II, kapal layar kelas yacht yang pernah berkeliling dunia dari arah timur ke barat pada 1996 silam itu, juga disambut keluarga para anak buah kapal (ABK).Penyambutan kapal berusia 60 tahun itu disambut dengan upacara militer yang dipimpin Laksamana Madya TNI, Marsetio Wakasal. Dalam upacara itu hadir Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, dan Panglima Koarmatim TNI AL, Laksamana Muda TNI Agung Pramono."Ini adalah perjalanan terakhir KRI Dewa Ruci. Selanjutnya, kapal baru akan menggantikannya sebagai KRI Dewa Ruci," terang Yayan.Dia pun mengisahkan sedikit tentang sejarah sejarah kapal ini."Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak Kasal yang pernah mengarung samudera bersama KRI Dewaruci ini. Dan dalam pelayarannya selama 10 bulan itu, KRI Dewaruci membawa 69 kadet, serta enam dosen dari Akademi TNI AL," jelasnya.Mereka ini lah yang ada di lambung kapal pendidikan dalam pelayaran KRI Dewaruci selama ini."Di dalam kapal, mereka tetap kuliah teori sebagaimana halnya di dalam kelas mengikuti kurikulum yang ditetapkan," tandasnya.
10 Bulan berlayar, KRI Dewaruci akhirnya bersandar di Surabaya
KRI Dewaruci sebelumnya meninggalkan Kota Surabaya sejak 14 Januari lalu dan berlayar keliling dunia.
Advertisement
Rekomendasi