Ada kepentingan di balik sikap diamnya SBY?

Usman Hamid mempertanyakan sikap Presiden SBY terhadap polemik yang terjadi antara KPK vs Polri.

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Ada kepentingan di balik sikap diamnya SBY?
Save KPK. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Polemik antara dua lembaga penegak hukum KPK vs Polri semakin memanas. Setelah Gedung KPK belum disetujui, Revisi UU KPK oleh DPR dan penarikan 20 penyidik KPK ke Polri, Jumat malam kemarin giliran penyidik terbaik KPK Kompol Novel akan ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana penganiayaan. Hal itu menimbulkan reaksi keras dari para pendukung KPK dan masyarakat agar Presiden segera turun tangan.Koordinator Cinta Indonesia, Cinta KPK Usman Hamid mempertanyakan sikap Presiden SBY terhadap polemik yang terjadi antara KPK vs Polri. SBY yang dinilai lamban dalam merespons apa yang terjadi ini, dipertanyakan sejumlah pihak ada apa di balik diamnya SBY tersebut? Mengapa baru akan melakukan pernyataannya besok Senin."Kalau presiden tidak bersikap, masyarakat akan berpikir presiden punya kepentingan di balik itu," ujarnya.Usman menilai Presiden SBY yang baru akan memberikan pernyataan sikapnya besok Senin dinilai lambat. Usman mempertanyakan dimana sang pemimpin negara itu. Seharusnya, lanjut dia, SBY bertindak yang dulunya menyatakan akan berada di paling depan barisan pemberantasan korupsi."Makanya hari ini kami pertanyakan di mana SBY. Kami ingin dia memberi kepastian Kapolri tidak lagi mengambil langkah seperti kemarin. Dan penyidik dapat terus bekerja dan diperpanjang masa dinasnya sampai mereka selesai menjalankan tugas mengusut kasus simulator SIM dan kasus lain yang melibatkan pejabat hukum," jelasnya.Usman menduga lambatnya reaksi presiden menyikapi kasus ini karena adanya penyalahgunaan wewenang di dalam kasus simulator SIM. Dia menduga beberapa politisi juga ikut menikmati uang hasil korupsi simulator SIM senilai Rp 196,8 miliar itu."Jadi ini hanya sebagian kecil dugaan penyalahgunaan wewenang. Dan kalau di awal saja yang kecil ini sudah mendapatkan perlawanan, gimana kalau sampai terbongkar yang lebih besar? Sangat mungkin ini akan mendapat gempuran lebih besar nantinya," ujarnya.

Rekomendasi