Sosok perwira Tjakrabirawa menodongkan AK-47 pada seorang tawanan bertubuh gempal. Tawanan itu berlutut dengan tangan di atas kepala, sementara Kapten Batalyon I Tjakrabirawa itu menginterograsi. Anehnya, pemandangan itu bukan terjadi tahun 1965, tapi di tahun 2012. Bagaimana bisa? Bukankah resimen pasukan khusus pengawal Presiden Soekarno itu sudah dibubarkan Jenderal Soeharto tanggal 23 Maret 1966?Adalah ulah Alexander Arief dan perkumpulan Independent Reenactor yang 'menghidupkan kembali' sosok prajurit Tjakrabirawa. Alex dan teman-temannya menggemari sejarah. Tak cukup dengan itu, mereka mengoleksi atribut TNI lawas."Saya berangkat dari hobi main airsoft gun. Tapi kalau sekadar main airsoft kok rasanya tanggung, kalau mau pakai seragam TNI kan tidak boleh. Mau pakai seragam tentara gaya barat sudah banyak yang pakai. Yang belum banyak itu justru seragam tentara jadul. Cari-cari info, akhirnya ketemu beberapa teman facebook dan gabung di beberapa grup. Ada independent reenactor, New Indonesian Reenactor dan Paguyuban Pengumpul Gombal Amoh," cerita Alexander (26) pada merdeka.com, Kamis (4/10).Kegiatan perkumpulan itu diisi dengan diskusi soal sejarah dan TNI. Mereka kerap membahas buku berbau militer maupun foto-foto tua TNI. Dari sana tukar menukar info terjadi. Alex mengaku menggemari seragam-seragam satuan TNI saat terjadi peristiwa Gerakan 30 September. Selain pakaian Resimen Para Komando Angkatan Darat, Alex juga mengkoleksi seragam Resimen Tjakrabirawa, Batalyon 530 Raiders dan Batalyon 454 Raiders."Tidak melulu harus jadi 'protagonis'. Kalau soal Tjakrabirawa memang dari dulu suka yang berbau G30S, soalnya sampai sekarang kan masih abu-abu kisahnya," beber Alex.Lalu darimana Alex dapat pakaian Tjakrabirawa?"Baju itu replika. Saya dapat contoh dari museum dan Lubang Buaya. Di sana jelas sekali detilnya. Tinggal bawa kain, lalu bawa ke penjahit khusus baju militer. Penjahitnya sudah tahu potongannya seperti apa. Aksesorisnya juga replika semua. Kalau senjata itu airsoft gun," beber Alex.Di tangan kolektor, barang orisinil harganya sangat mahal. Karena itu Alex memilih membuat barang replika, harganya lebih ramah di kantong. Keluarga pun mendukung, yang sulit mencari teman diskusi karena penyuka sejarah militer memang langka."Referensi yang paling mendekati akurat sebenarnya justru di Monumen Pancasila Sakti dan di film G30S soalnya kalo foto-foto jadul kan hitam putih," ujar Guru STM di Solo ini.Resimen Tjakrabirawa dibentuk tanggal 6 Juni 1962. Pasukan elite pengawal Presiden Soekarno ini anggotanya diambil dari empat angkatan. 1 Batalyon Raiders AD, 1 Batalyon KKO AL, 1 Batalyon PGT AU dan 1 Batalyon Brimob Angkatan Kepolisian. Semboyannya Dirgayu Satyawira, pasukan khusus berusia panjang. Komandan Batalyon I Tjakrabirawa Letkol Untung Sjamsuri kemudian terlibat peristiwa 30 September 1965 meletus. Sekitar 60 anggota Tjakrabirawa anak buah Untung ikut menculik enam jenderal dan letnan TNI AD. Dengan alasan itu, Soeharto kemudian membubarkan Tjakrabirawa. Pengamanan Soekarno diserahkan pada Polisi Militer AD.
Ketika sosok Tjakrabirawa pengawal Soekarno hidup kembali
Resimen Tjakrabirawa dibentuk tanggal 6 Juni 1962. Mereka pasukan elite pengawal Presiden Soekarno.
Advertisement
Rekomendasi