Hartati bantah beri Rp 3 M untuk bantu menangkan Amran

"Makanya saya marah waktu tahu semua uang itu dipakai buat Pilkada Amran. Saya bilang Arim otaknya cuma secangkir."

Aryo Putranto Saptohutomo
Hartati bantah beri Rp 3 M untuk bantu menangkan Amran
hartati. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Pemilik Grup Berca dan PT Hardaya Inti Plantation, Siti Hartati Murdaya, mengelak uang Rp 3 miliar dari perusahaannya untuk bantu pemenangan Bupati Buol Amran Batalipu dalam Pilkada. Menurut dia, fulus itu harusnya dipakai sebagai dana bantuan sosial dan uang keamanan.
"Saya tadinya pikir Arim (salah satu petinggi PT HIP) paham. Makanya saya marah waktu tahu semua uang itu dipakai buat Pilkada Amran. Saya bilang Arim otaknya cuma secangkir," kata Hartati.Hal itu dikatakan Hartati saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap Buol dengan terdakwa General Manager Supporting PT HIP, Yani Anshori, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (4/10).Hartati mengatakan pernah bertemu Amran dua kali di Jakarta. Pertama 11 Juni lalu di kantornya di Gedung Niaga, Arena Pekan Raya Jakarta. Kedua di lobi Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Pada pertemuan kedua, Hartati mendesak Amran soal komitmen menjaga pabrik HIP. Saat itu, hadir juga konsultan politik Saiful Mujani. Dia memaparkan, hasil survei soal keterpilihan Amran Batalipu yang malah menurun dari 51 persen menjadi 48 persen. Di saat bersamaan, lahan perkebunan dan kantor PT HIP diduduki oleh para preman yang diduga suruhan Amran. "Makanya saya tembak duluan soal pabrik saya, kok kaya gini jadinya, padahal saya sudah investasi di situ. Pabrik mogok dan rugi miliaran," ujar Hartati.Namun, Amran mengatakan dia justru mau membantu penyelesaian masalah itu dengan meminta uang Rp 3 miliar. "Saya bilang dalam hati gombal sekali dia. Dia yang bikin perkara malah sekarang minta sumbangan. Saya tolak dengan ketus," lanjut Hartati.Menurut Hartati, Amran tahu soal gangguan terhadap PT HIP, yakni Mei lalu terjadi mogok kerja selama dua pekan. Apalagi rival lain, yakni PT Sonokeling milik anak Artalyta Suryani atau Ayin mulai agresif dengan merambah lahan PT HIP dengan alat berat. Menurut pengakuan Hartati, Sonokeling juga memberi bagian kepemilikan saham perusahaan kepada Amran. Gondo dan Yani didakwa memberi suap sebesar Rp 3 miliar kepada Bupati Buol, Amran Batalipu. Maksud pemberian uang itu adalah agar Amran memberikan izin HGU lahan seluas 4.500 hektar milik PT Sebuku di Buol untuk PT HIP. Dalam sidang sebelumnya, Yani Anshori mengaku memberikan uang Rp 2 miliar kepada Bupati Buol Amran Abdullah Batalipu."Betul saya yang memberikan uang Rp 2 miliar kepada Amran Batalipu. Tetapi tidak ada kata-kata 'ini titipan ibu (Hartati),' seperti dalam surat dakwaan," kata Yani.Selama ini, Yani menyangkal dakwaan jaksa penuntut umum telah memberikan suap kepada Amran Batalipu guna memuluskan penerbitan Hak Guna Usaha buat PT HIP.Amran Batalipu mengaku menggunakan uang Rp 2 miliar dari PT Hardaya Inti Plantation buat bantuan dana Pilkada. Uang itu digunakan buat membayar semua alat peraga kampanye, artis pendukung, dan semua keperluan kampanye lain. "Semuanya langsung habis hari itu juga," kata Amran Batalipu.Uang suap diberikan kepada Amran Batalipu dalam dua tahap. Pertama buat menyuap disahkannya sertifikat hak guna usaha lahan sawit sebesar Rp 1 miliar. Setelah itu, fulus sebesar Rp 2 miliar digelontorkan demi menghalangi terbitnya hak guna usaha PT Sonokeling, milik anak Artalyta Suryani.Menurut Amran, uang itu diberikan oleh Yani Anshori di rumah peristirahatannya di villa milik Amran di Kelurahan Leok, Kabupaten Buol, pada 26 Juni. Uang itu ditaruh dalam dua kardus air minum kemasan.Namun, dari pengakuan Hartati, dia merasa diperas oleh Amran Batalipu dan dikelabui anak buahnya sendiri soal pemberian uang itu.

Rekomendasi