BNN mengkampanyekan Indonesia bebas narkoba tahun 2015, namun peredaran narkoba di Tanah Air justru makin memprihatinkan. Ada dua kelompok yang memberi kontribusi terbesar dalam jumlah penyalahgunaan narkoba yaitu pekerja dan pelajar."Pertama dari pekerja sekitar 70 persen dan kelompok pelajar atau mahasiswa sebanyak 22 persen," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere dalam acara Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Polri dengan BNN di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta (26/9).Sebagai gambaran, saat ini angka prevalence narkoba di Indonesia masih tergolong relatif tinggi. Berdasarkan penelitian BNN dengan pusat penelitian kesehatan UI, diketahui angka prevalence penyalahgunaan narkoba tahun 2008 sebanyak 1,99 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 3,3 juta orang."Sedangkan di tahun 2011 meningkat jadi 2,2 persen atau setara dengan 3,8 sampai 4,32 juta orang. Ini menunjukkan 3 tahun terakhir pernyalahgunaan narkoba berkembang besar antara 300-900 ribu orang," kata dia.Melihat kondisi yang memprihatinkan itu, BNN sadar kalau usaha tersebut tidak semudah membalikkan tangan. Dengan kebersamaan seluruh instansi pemerintah dan komponen masyarakat bangsa, Gories berharap mampu mewujudkan Indonesia bebas narkoba tahun 2015.Permasalahan narkoba merupakan permasalahan yang serius. Apabila tidak ada upaya penanganan yang sinergi dan komprehensif, bangsa Indonesia akan mengalami kerugian sangat besar.Bukan saja dari bidang ekonomi, tapi juga bidang sosial. Yaitu menurunnya kualitas sumber daya manusia yang berakibat menurunnya bahkan hilangnya generasi muda bangsa atau lost generation.Selain itu masalah narkoba juga berdampak pada timbulnya kejahatan ikutan atau related crimes. Seperti pencurian, perampokan, perampasan, perkosaan, korupsi, cuci uang. Sehingga menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat dan mempercepat berkembanganya HIV AIDS dan Hepatisis.
BNN sebut 70 persen pekerja pengguna narkoba
"Pertama dari pekerja sekitar 70 % dan kelompok pelajar atau mahasiswa sebanyak 22 persen," kata Komjen Gories Mere.
Rekomendasi