PAN: Tenda VIP SBY tidak membawa berkah, justru merepotkan

"Yang harus diprioritaskan kan korban bencana, bukan malah menambah kerepotan," Wasekjen PAN Teguh Juwarno.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
PAN: Tenda VIP SBY tidak membawa berkah, justru merepotkan
Presiden SBY. ©2012rumgapress/abror rizki

Untuk mengunjungi korban bencana, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal memakai tenda VIP seharga Rp 15 miliar. Pasalnya, pengusulan tenda VIP presiden tersebut telah disetujui oleh Komisi VIII DPR.Namun tenda mewah untuk SBY tersebut segara menuai pro dan kontra. Sebuah tenda seharga Rp 15 miliar tersebut dinilai hanya pemborosan."Menurut saya berlebihan. Presiden tentu tidak menginginkan perlakuan khusus dengan tenda yang super mahal seperti itu. Karena kedatangan presiden ke suatu lokasi bencana semestinya membawa berkah bukan malah merepotkan," kata wakil Sekretaris Jenderal PAN Teguh Juwarno kepada wartawan, Jakarta, Selasa (18/9).Menurutnya, selama ini tenda-tenda BNPB sudah sangat memadai kalau sekedar untuk keperluan menyambut kedatangan presiden di lokasi bencana."Karena toh hanya sebentar. Yang harus diprioritaskan kan korban bencana, bukan malah menambah kerepotan dan menimbulkan tambahan beban anggaran yang bukan untuk korban. Ini soal skala prioritas dan sikap mental sederhana yang seharusnya dikembangkan. Saya yakin presiden juga tidak menginginkan diperlakukan seperti itu," pungkasnya.Diberitakan sebelumnya, Komisi VIII DPR akhirnya menyetujui tenda Rp 15 miliar untuk SBY. Menurut Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziyah, anggaran pengadaan tenda darurat BNPB tersebut diambil dari anggaran tahun 2012 yang merupakan peralihan dari anggaran saranan dan prasarana sebesar Rp 55 miliar."Diambil dari anggaran 2012 sebesar Rp 55 miliar. Bukan tenda-tenda pramuka, bisa berbentuk kontainer," kata Ida kepada wartawan di komplek parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (18/9).Tenda darurat senilai Rp 15 miliar tersebut, sebagai sarana untuk memastikan keamanan presiden saat peninjauan lokasi bencana. Mengingat selama ini, setiap berkunjung ke lokasi bencana, penyambutan presiden hanya ala kadarnya."Itu dalam kondisi Indonesia dalam bencana, dalam kategori yang dibutuhkan," lanjutnya.

Rekomendasi