Datangi KPK, 7 biksu berdoa agar Hartati tak ditahan

Hari ini KPK memeriksa Hartati sebagai tersangka.

Aryo Putranto Saptohutomo
Datangi KPK, 7 biksu berdoa agar Hartati tak ditahan
tujuh biksu datangi KPK. ©2012 Merdeka.com

Tujuh biksu datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini. Mereka hendak mendoakan pengusaha dan tersangka kasus suap Buol Siti Hartati Murdaya."Kami hanya mau berdoa agar ibu (Hartati) tidak ditahan," kata salah satu biksu yang tidak mau disebutkan namanya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/9).

Selain berdoa, beberapa biksu yang berasal Walubi juga menyampaikan surat kepada KPK. Dalam surat itu, mereka meminta agar Hartati tidak ditahan.

"Kami sampaikan surat agar tidak ditahan karena beliau lagi sakit ya," ujar Biksu Tadisa Paramitha, Koordinator Dewan Sangha Walubi, Rabu (12/9).Hari ini Hartati akhirnya memenuhi janjinya datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Istri pengusaha Murdaya Poo itu datang menumpang mobil ambulans dan menggunakan kursi roda masuk ke gedung KPK pukul 9.40 WIB. Dia didampingi kuasa hukumnya Tumbur Simanjuntak dan Patra M Zen.Selain biksu, sejak pagi 10 orang pengawal Hartati sudah datang. Mereka mengenakan seragam batik cokelat tua dan celana panjang hitam. Puluhan anggota polisi dari Polsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan dikerahkan buat membantu pengamanan. Tidak tampak aksi unjuk rasa dilakukan oleh para pendukung perempuan pengusaha itu seperti dilakukan Jumat pekan lalu.Hartati Murdaya adalah pemilik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Hardaya Inti Plantation. Demi menguasai lahan perkebunan dan penerbitan sertifikat hak guna usaha, dia diduga menyuap Bupati Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, Amran Batalipu dengan uang sebesar Rp 3 miliar. Diduga langkah itu diambil buat menjegal saingan bisnisnya, yakni Arthalyta Suryani, kerap disapa Ayin.Jumat pekan lalu, Hartati tidak hadir memenuhi panggilan KPK buat diperiksa dalam kasus suap itu. Menurut pengacaranya, Tumbur Simanjuntak, kliennya sakit kejang-kejang dan dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.

Rekomendasi