Banjir yang datang dini hari tadi hingga kini masih merendam lima kecamatan di Kota Ambon, Maluku. Delapan orang tewas akibat banjir tersebut.Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, memaparkan lima kecamatan itu adalah Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon, Baguala, dan Leitimur. Selain delapan orang tewas, tiga orang masih hilang, tiga orang luka berat dan dua orang luka ringan. "Seluruh korban meninggal telah dievakuasi, yaitu dua orang di BTN Kanawa, empat orang di Desa Passo, dan dua orang di Desa Negeri Lama," kata Sutopo lewat keterangan tertulis, Rabu (1/8).Data sementara, akibat banjir itu 39 rumah rusak berat dan 30 rusak ringan. Sementara 25 rumah terancam longsor. "Sebanyak 131 KK (599 jiwa) mengungsi yang tersebar di enam titik yaitu di Kelurahan Benteng, Batu Meja, Waihako, Uritetu, Batu Merah, dan Tawiri," paparnya.Sutopo mengatakan, BNPB telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat ke Ambon untuk mendampingi penanganan darurat. BPBD bersama unsur terkait yaitu TNI, Polri, Basarnas, PMI, Satpol PP, Tagana, Dinas terkait dan masyarakat masih melakukan penanganan darurat. "Evakuasi korban dan pembersihan lokasi longsoran masih dilakukan," ujar dia. Sutopo mengatakan, juga telah didistribusikan bantuan logistik dan makanan siap saji. "Pendataan masih dilakukan. Luasnya daerah banjir dan longsor menyebabkan beberapa titik longsor belum ditangani. Kebutuhan mendesak meliputi makanan siap saji, karung, tikar, perlengkapan dapur dan sebagainya," ujarnya.
5 Kecamatan di Ambon masih terendam, 8 tewas
Akibat banjir itu, 39 rumah rusak berat dan 30 rusak ringan. Sementara 25 rumah terancam longsor.
Advertisement
Rekomendasi