Perusahaan Korea gusur 6 lapangan tenis Yayuk Basuki

Yayuk akan mengadukan persoalan ini ke Menpora Andi Mallarangeng dan Wali Kota Jakarta Selatan Anas Effendi.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Perusahaan Korea gusur 6 lapangan tenis Yayuk Basuki
Lapangan tenis tempat latihan Yayuk Basuki. ©2012 Merdeka.com

Yayuk Basuki kecewa enam lapangan tenis yang biasa dijadikan tempat latihan Yayuk Basuki Tennis Academy (YBTA) akan digusur. Menurut suami Yayuk, Suharyadi, perusahaan asal Korea yang akan mendanai pengembang untuk dijadikan apartemen."Saya dengar kabar, perusahaan Korea yang akan mengambil alih area ini untuk dijadikan apartemen," ujar Suharyadi kepada merdeka.com di lapangan yang terletak di Jalan Patiunus Raya No F4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/7).Namun, pihak Yayuk Basuki belum bisa bertatap muka dengan pengurus yayasan. "Mereka cuma menyampaikan surat pemberitahuan, tanpa bertemu langsung dengan pengurus YBTA," kata mantan petenis nasional itu.Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya, sebelumnya pengurus yayasan akan meratakan lapangan tenis untuk dijadikan supermarket. Warga sekitar menolak, mereka ingin ada sarana olahraga di sekitar rumah tinggalnya. "Warga tetap menolak karena menurut mereka mall, supermarket dan apartemen sudah banyak, kenapa harus dibangun lagi," ujar Suharyadi.Sebelumnya, selama ini Yayuk menyewa 4 dari 6 lapangan dari Yayasan Brata Bhakti (YBB) untuk mengembangkan YBTA-nya. Lapangan yang sudah dibangun sejak 1989 itu mulai ditempatinya sekitar tahun 1990-an.Jumlah murid Yayuk sudah sekitar 200 orang. Batas waktu pengosongan tempat itu pada tanggal 30 September.Agar tempat ini tidak dijadikan apartemen, Yayuk rencananya akan mengadukan ke Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan Wali Kota Jakarta Selatan Anas Effendi.

Rekomendasi