Baru tahun ini Muhammadiyah absen di sidang Isbat

Menurut Kemenag hikmah pelaksanaan sidang Isbat terletak pada musyawarahnya. Karena Rasulullah mengajarkan demikian.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Baru tahun ini Muhammadiyah absen di sidang Isbat
ramadan. ©REUTERS/Morteza Nikoubazl

Pelaksanaan sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan sudah berlangsung lama. Selama pelaksanaan sidang mulai pertama kali, sekitar tahun 1950 hingga sekarang, belum pernah ada catatan satu ormas pun absen menghadiri sidang Isbat."Tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada. Baru tahun ini ada ormas Islam yang tidak akan hadir dalam sidang Isbat," ujar Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag), Muhyiddin, saat berbincang dengan merdeka.com di ruang kerjanya, Gedung Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (19/7).Muhyiddin menambahkan, tahun ini sidang Isbat tidak akan diikuti oleh satu ormas Islam, yakni Muhammadiyah. "Dalam catatan kami, hanya Muhammadiyah yang tidak akan hadir. Semuanya diundang, Insya Allah akan hadir," kata dia.Selanjutnya, Muhyiddin mengatakan, pihaknya tetap menghormati keputusan Muhammadiyah. "Tidak apa-apa. Itu kan hak mereka. Masa beda hari saja diapa-apakan (diberi sanksi)?" ucapnya.Lebih lanjut, kata Muhyiddin, hikmah pelaksanaan sidang Isbat terletak pada musyawarahnya. "Karena Rasulullah mengajarkan demikian. Apabila terjadi perselisihan, maka selesaikan dengan musyawarah. Di sinilah hikmah dari sidang Isbat," terang Muhyiddin.Seperti diketahui Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin menyatakan tidak perlu hadir dalam sidang isbat tersebut. Din menilai sidang Isbat yang dilakukan pemerintah hanya basa-basi.

Rekomendasi