Kolor ijo ternyata takut dengan gadis anak maling

Kenapa 'si kolor ijo' takut pada anak maling? Apakah karena sama-sama penjahat tak boleh saling ganggu?

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Kolor ijo ternyata takut dengan gadis anak maling
dukun. shutterstock

Kolor Ijo ternyata keder dengan perampok. Aksi 'Kolor Ijo' di Desa Kebonsari Wetan, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (18/7) dini hari, gagal karena korbannya mengaku anak perampok.Hal ini sempat dituturkan korban berinisial MS (19), warga Pesawahan, Kec Tiris itu kepada polisi.

Ketika si 'Kolor Ijo' membawanya kabur, MS terus berteriak meminta tolong. Namun pelaku malah mengalunginya clurit, agar korban tidak berteriak.Setelah itu, pelaku membawa korban menuju persawahan yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah kontrakan korban di jalan Slamet Riyadi, Kec Kanigaran."Korban lolos dari perkosaan pelaku karena mengaku kalau dirinya putri seorang maling. Kemungkinan atas pengakuan korban, inilah pelaku takut dan meninggalkan korban seorang diri," terang Kanit Pidum Polresta Probolinggo, Iptu Windu Prio menceritakan pengakuan korban, Rabu (18/7).Seperti diberitakan sebelumnya, setelah reda atas peristiwa penculikan dan perkosaan tahun lalu, Probolinggo kembali digegerkan kemunculan 'Kolor Ijo' di Desa Kebonsari Wetan.Pelaku yang bertubuh pendek itu, selalu mengenakan cadar warna hitam dan membawa clurit. Pelaku selalu masuk melalui jendela kamar korban. Warga setempat meyakini kalau penjahat kolor ijo ini adalah orang yang sedang menyempurnakan ilmu hitam. Dengan syarat-syarat yang tidak masuk akal seperti memperkosa wanita muda.

Rekomendasi