Kampanye penggunaan alat kontrasepsi yang dilakukan menteri kesehatan Nafsiah Mboi banyak menuai protes keras dari berbagai pihak. Komisi Nasional untuk Perempuan mendukung kampanye kondom."Itu harus dilihat sebagai bentuk pemahaman bu Nafsiah tentang masalah kesehatan reproduksi, bukan bentuknya sendiri, yang banyak dipermasalahkan bentuk kondomnya," ujar Komisioner, Komnas Perempuan Arimbi Heroeputri, di kantornya, Latuharhary, Jakarta, kamis (28/6).Menurut Arimbi, di Indonesia masalah reproduksi bukan menjadi masalah utama padahal kasus tersebut, merupakan kasus yang sering terjadi pada perempuan di Indonesia sekarang ini."Di Indonesia sendiri masalah reproduksi tidak cukup penting dalam aspek kesehatan jadi mereka melihat bukan dari aspek kesehatannya," tapi bagi-bagi kondomnya, saya kira bu Nafsiah cukup lama bergelut dalam kesehatan reproduksi," tandasnya.Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menegaskan, tidak ada pembagian kondom gratis kepada pelajar. Menurut dia, pembagian kondom hanya diberikan kepada perilaku seks berisiko."Ya hanya membagikannya di tempat-tempat tertentu, yaitu di tempat-tempat pelacuran terutama baik pelacuran yang hotspot, maupun di tempat-tempat di mana kami tahu banyak terjadi hubungan seks berisiko. Dan itu bisa terjadi misalnya panti pijat, tempat pariwisata, semua orang di situ tahu kok banyak terjadi itu, asal kami tidak menutup mata, kami tahu bahwa itu terjadi," kata Nafsiah sebelum rapat dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (25/6).
Komnas perempuan dukung program kondom Menkes
Kondom akan melindungi masalah reproduksi wanita. Hal ini tidak banyak disinggung.
Advertisement
Rekomendasi