Tak melulu soal permasalahan macet, banjir dan sebagainya, persoalan tanah pemakaman juga mendapat tanggapan dari calon independen Faisal Basri. Menurut Faisal, seharusnya lahan pemakaman diatur layaknya ruang terbuka hijau."Kita tidak kekurangan lahan, lahan kita luas kok. Sistemnya saja diatur seperti ruang terbuka hijau," Ujar Faisal Basri kepada wartawan sebelum diskusi buku Bintang Independen bertema 'membedah Jakarta mencari solusi buat ibukota di Gramedia Matraman, Jakarta, Minggu (16/6).Namun Faisal memberikan restu jika para orang kaya menginginkan dimakamkan di tempat mewah asal tempat pemakaman umum jangan dipersempit."Orang kaya bangun makam silahkan, tapi harus ada tanggung jawab juga jangan diciutkan pemakaman itu. Jangan terjadi juga diskor, pembakaran kayak zaman Ali Sadikin," tambahnya.Sesuai Perda No 1 tahun 2006 tentang Retribusi, sewa lahan atau retribusi pemakaman untuk tiga tahun pertama paling murah Rp 0 (Blok AIII) dan termahal Rp 100.000 (blok AAI). Sewa berlaku tiga tahun dan dapat diperpanjang lagi dengan membayar retribusi. Biayanya sebesar 50 persen dari retribusi untuk tiga tahun kedua serta 100 persen dari retribusi untuk tiga tahun ketiga.
Perlakukan lahan kuburan seperti ruang terbuka hijau
"Kita tidak kekurangan lahan, lahan kita luas. Sistemnya saja diatur seperti ruang terbuka hijau," Ujar Faisal Basri.
Advertisement
Rekomendasi