Pelarangan dan pembubaran diskusi yang menghadirkan Irshad Manji ternyata tidak banyak diketahui publik. Kebanyakan masyarakat mengaku tidak pernah mendengar mengenai larangan terhadap feminis asal Kanada tersebut.Demikian hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI), seperti dikutip dari suarapublik.co.id, Kamis (24/5). Survei dilakukan dengan total 440 responden di 33 provinsi pada 3 Mei 2012. Survei menerapkan multistage random sampling dengan margin of error plus minus 4,8 persen.Survei menunjukkan sebanyak 47,25 persen dari total 440 responden mengatakan tidak pernah mendengar kasus pelarangan diskusi Irshad Manji. Beda tipis, 44,98 persen responden yang telah mengetahui kasus tersebut. Sedangkan sisanya, 7,77 persen mengaku tidak tahu.Beberapa variabel survei, seperti agama, jenis kelamin, tempat tinggal, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, pilihan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Umum 2009 dan pilihan partai politik, menunjukkan hasil beragam antara mereka yang mendengar atau tidak mendengar kasus larangan diskusi Irshad Manji.Untuk indikator jenis kelamin, misalnya, 50,24 persen dari total responden laki-laki pernah mendengar kasus pelarangan tersebut. Sementara 44,44 persen lainnya telah mengaku hal yang sebaliknya. Sisanya, 5,31 persen responden tidak tahu atau tidak mau menjawab.Sementara untuk responden wanita, 49,45 persen mengaku mereka tidak pernah mendengar tentang kasus tersebut, sedangkan 40,66 persen telah mengatakan mendengar. Sisanya, 9,89 persen mengaku tidak tahu atau tidak mau menjawab.Awal bulan ini, diskusi Irshad Manji gagal digelar di gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul larangan rektor atas keberatan sejumlah pihak. Pada 4 Mei 2012, diskusi buku Irshad Manji berjudul 'Allah, Liberty and Love' di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, juga dibubarkan oleh Front Pembela Islam karena dituduh menyebarkan paham homoseksual kepada peserta diskusi.
Survei: Banyak orang tak tahu larangan diskusi Irshad Manji
Sebanyak 47,25 persen dari total 440 responden mengatakan tidak pernah mendengar kasus pelarangan diskusi Irshad Manji.
Rekomendasi