UGM akui diskusi Irshad Manji batal karena desakan Ormas

Pertimbangannya macam-macam terutama ada gerakan-gerakan menentang yang diwaspadai sejak hari Minggu (6/5) lalu.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
UGM akui diskusi Irshad Manji batal karena desakan Ormas
Irshad Manji. merdeka.com/3.bp.blogspot.com

Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya membatalkan acara diskusi dengan pembicara feminis asal Kanada, Irshad Manji. Pihak UGM mengaku pembatalan itu diperintahkan Rektor UGM, Prof Sudjarwadi, atas desakan ormas tertentu.Direktur Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Hartono mengungkapkan, sejak semalam pihaknya telah resmi membatalkan diskusi yang digagas oleh Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS). "Atas perintah rektor, sejak semalam sudah resmi saya batalkan. Pertimbangannya macam-macam terutama ada gerakan-gerakan menentang yang diwaspadai sejak hari Minggu (6/5) lalu," ujar Hartono di kantornya, Yogyakarta, Rabu (9/5).Semalam, kata Hartono, pihaknya juga didatangi oleh sejumlah ormas Islam, seperti Front Pembela Islam, Hizbut Tahrir Indonesia dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)."Semalam beberapa ormas juga mendatangi kami diantaranya FPI, HTI dan MMI yang mengatakan sudah mengkoordinir anggotanya. Ada sekitar 50-an orang yang menemui saya. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kami membatalkan kegiatan tersebut," ungkap Hartono.Selain itu, kata Hartono, pihaknya juga melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi adanya gerakan-gerakan menentang diskusi. Hasilnya, cukup banyak gerakan-gerakan di lingkungan mahasiswa sendiri yang menantang diskusi.Terakhir, kata Hartono, gerakan yang terpantau adalah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. Dalam pembatalan diskusi, kata Hartono, pihaknya juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan mantan rektor sekaligus sesepuh UGM yang memperhatikan bidang keagamaan, Prof Mursyidi.

Rekomendasi