Polisi: Event di Ambon rawan provokasi

Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: "Masyarakat jangan terprovokasi, karena event-event di Maluku masih rawan diprovokasi," ujar Irjen Pol Saud Usman.

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Polisi: Event di Ambon rawan provokasi
Bentrok Ampera. Merdeka.com

Polisi menilai bentrokan di Maluku cerminan bahwa acara-acara di Maluku masih rawan provokasi. Oleh karena itu polisi menghimbau agar masyarakat Maluku tidak mudah terprovokasi."Masyarakat jangan terprovokasi, karena event-event di Maluku masih rawan diprovokasi," ujar Irjen Pol Saud Usman di sela-sela acara seminar loka karya PTIK, Selasa (15/5).Akibat bentrokan ini 55 orang terluka. Rumah dan sepeda motor juga dibakar. "10 Unit sepeda motor terbakar dan 2 rumah sederhana terbakar," katanya.Mengenai adanya keterlibatan teroris, menurut Saud, pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Itu tidak berkaitan dengan teroris manapun. Masih kita selidiki," tandasnya.Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di pertigaan Batumerah, Kota Ambon, pukul 05.30 WIT. Kerusuhan dipicu bentrok antar warga Mardika dan Batumerah saat aksi tari Cakalele dan lari obor, memperingati Hari Pattimura. Sebanyak 55 orang luka-luka akibat aksi anarkistis tersebut."Saat itu warga Batumerah ada yang bilang Mardika bukan desa adat," ujar Johanis.Akibat ucapan itu, perang mulut pun tak terhindari. Setelah itu, lanjut dia, maka terjadi aksi saling lempar dan kemudian pembakaran sepeda motor serta rumah di sekitar lokasi. "Tiga rumah dibakar di sekitar lokasi," ujar dia.

Rekomendasi