Masa 'Gerayak' kecam aksi kekerasan Ormas di Yogya

Selain mendesak polisi mengusut tuntas masa juga meminta agar MMI dibubarkan.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Masa 'Gerayak' kecam aksi kekerasan Ormas di Yogya
Irshad Manji. merdeka.com/muslimstandard.com

Ratusan masa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Yogyakarta Antikekerasan (GERAYAK) melakukan aksi unjuk rasa memprotes tindakan kekerasan yang terjadi di Yogyakarta. Khususnya kekerasan terhadap pembubaran paksa diskusi Irshad Manji dengan karya bukunya Allah, Liberty and Love di Sekretariat LKiS Rabu(9/5) lalu.Ratusan masa ini terdiri dari warga NU Yogyakarta, Syarikat Indonesia, Sekber Keistimewaan Yogyakarta, PMII Yogyakarta, PMII Sleman, GMNI, Gusdurian, FS KMMJ, FAM-J, Aji Damai, Forum LSM Yogyakarta melakukan aksi berkumpul di titik nol Yogyakarta.Sambil melakukan orasi satu persatu, perwakilan organisasi ini membawa beberapa poster bertuliskan; Perdamaian Dekat dengan Orang-orang Beriman, Tolak Kekerasan atas Nama Agama, Aparat Harus Bertindak Tegas!, Hajar Premanisme Agama, Yogya Jangan Diobok obok, Islam Ramah Yes Islam Marah No, Tuhan Tak Perlu Dibela, Mayoritas Jangan Hanya Diam."Kita menuntut supaya kasus kekerasan di Yayasan LKiS Yogyakarta yang membawa korban hingga tujuh orang untuk diusut secara tuntas. Selain itu aksi yang kami lakukan ini sekaligus membuktikan bahwa Yogya adalah kota yang damai yang tidak perlu diobok-obok," tegas Koordinator Aksi Imam Aziz yang juga Ketua I PBNU, Jumat (11/5) di sela-sela aksi kepada wartawan.Selain mendesak polisi mengusut tuntas masa juga meminta agar ormas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang melakukan pembubaran dan kekerasan untuk dibubarkan. Begitu juga dengan ormas pro kekerasan sejenisnya.Ratusan masa juga meminta supaya aparat bertindak tegas memberikan perlindungan fisik maupun non fisik kepada masyarakat dan bukan memberikan dukungan kepada-organisasi organisasi yang selama ini kerap melakukan pemaksaan dan kekerasan.Sampai berita ini diturunkan, ratusan masa GERAYAK masih melakukan orasi satu persatu di atas mobil pick up yang dipasang bendera panji panji organisasi masing-masing.Aksi masih berlangsung di tengah-tengah jalan antara Gedung Agung, Museum Serangan Oemoem 1 Maret dan Kantor Pos Yogya. Namun, aksi yang mereka lakukan berjalan secara damai dan tidak membuat kemacetan arus lalu lintas walau diikuti ratusan masa.

Rekomendasi