Kapolda Maluku: Kerusuhan tidak melebar

"Tarik-tarikan obor untuk diambil, adanya pelemparan batu, juga melibatkan warga yang menonton di lokasi," kata Kapolda.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Kapolda Maluku: Kerusuhan tidak melebar
ilustrasi Merdeka.com

Kapolda Maluku Brigjen Pol Syarief Gunawan menjelaskan kerusuhan di Ambon hanya terjadi di wilayah Batumerah. Kerusuhan tidak meluas ke wilayah lain."Lokasi bentrok hanya di lokasi tersebut, tidak melebar ke tempat-tempat lain. Mohon doanya," kata Syarief lewat pesan singkat Selasa (15/5).Dia mengatakan bentrokan antarwarga itu berkaitan dengan pembawaan obor dalam rangka peringatan Hari Pattimura. "Tarik-tarikan obor untuk diambil, adanya pelemparan batu, dan sebagainya, juga melibatkan warga yang menonton di lokasi," kata Syarief.Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di pertigaan Batumerah, Kota Ambon, pukul 05.30 WIT. Kerusuhan dipicu bentrok antarwarga Mardika dan Batumerah saat aksi lari obor."Saat itu warga Batumerah ada yang bilang Mardika bukan desa adat," ujar Kabid Humas Polda Maluku Johanis Huwae.Akibat ucapan itu, perang mulut pun tak terhindari. Setelah itu, lanjut dia, maka terjadi aksi saling lempar dan kemudian pembakaran sepeda motor serta rumah di sekitar lokasi. "Tiga rumah dibakar di sekitar lokasi," ujar dia.

Rekomendasi