Perwakilan jemaat HKBP Filadelfia, Tambun, Kabupaten Bekasi, hari ini memenuhi panggilan Polda Metro Jaya terkait ancaman dan intimidasi yang mereka terima saat akan melakukan ibadah pada hari Minggu (6/5) kemarin. Dalam pemeriksaan hari ini, mereka protes dan sempat mempertanyakan alasan polisi yang diam saja saat mereka mendapat perlakuan tidak menyenangkan."Kami meminta pihak kepolisian tidak sekadar berdiri dan membiarkan oknum tersebut melakukan intimidasi," kata Saor Siagian, selaku kuasa hukum HKBP Filadelfia, kepada wartawan, usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/5).Saor menambahkan, polisi harusnya bertugas sebagai pelayan, pelindung dan penegak hukum. Namun kenapa saat peristiwa itu terjadi, polisi malah terkesan abai.Dalam pemeriksaan tadi, penyidik mengajukan 16 pertanyaan ke pihak HKBP Filadelfia seputar bagaimana proses pengancaman dan penghalangan beribadah itu ditujukan kepada dirinya."Saya jelaskan tadi bagaimana proses penghalangan tersebut, yaitu sekitar 200 meter sebelum gereja jalan diblokade, akhirnya saya tidak bisa ke lokasi. Akhirnya sesuai izin polisi kita mengadakan ibadah di titik itu, selama ibadah pun banyak intimidasi, gangguan-gangguan berupa lagu-lagu yang disetel secara keras, membakar sampah sehingga asapnya sampai ke para jemaat, bahkan dengan sepeda motor berusaha menerobos," bebernya.Kepada polisi, Saor pun menirukan berbagai ancaman yang diterima para jemaat.Dalam laporan yang bernomor TBL/1337/iV/2012/PMJ/Ditreskrimum juga disampaikan bahwa pihak HKBP Filadelfia merasa kecewa terhadap aparat penegak hukum, karena dianggap tidak becus dalam melaksanakan tugasnya."Sudah ada perintah pengadilan segel dibuka, izin diberi, namun sekarang ini belum dilaksanakan. Di sini kami juga merasa kecewa akan ketidakbecusan penegak hukum. Karena hukum tidak ditegakkan," tegas Saor Siagian.Dalam pemeriksaan tersebut pihak pelapor membawa barang bukti berupa keping CD yang berisi rekaman bagaimana bagaimana situasi saat mereka diintimidasi. "Mereka tidak takut dengan media, mereka bilang 'rekam saja, kami tidak takut dengan media," ungkapnya.
Jemaat HKBP jelaskan kronologi penghadangan ke polisi
Kepada polisi, Saor pun menirukan berbagai ancaman yang diterima para jemaat.
Rekomendasi