Kerusuhan di perbatasan wilayah Mardika dan Batumerah, Kota Ambon, juga diwarnai oleh ledakan bom rakitan. Bom rakitan juga melukai sejumlah warga yang sedang merayakan peringatan Hari Pahlawan Nasional Pattimura."Siapa yang membawa masih diselidiki," kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP Johanis Huwae saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/5).Meski terdapat bom rakitan, Johanis membantah jika kerusuhan itu memang sudah dipersiapkan oleh warga Mardika dan Batumerah, dua kelompok yang bentrok. "Semua tiba-tiba terjadi," katanya.Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di pertigaan Batumerah, Kota Ambon, pukul 05.30 WIT. Kerusuhan dipicu bentrok antar warga Mardika dan Batumerah saat aksi tari Cakalele dan lari obor, memperingati Hari Pattimura."Saat itu warga Batumerah ada yang bilang Mardika bukan desa adat," ujar Johanis.Akibat ucapan itu, perang mulut pun tak terhindari. Setelah itu, lanjut dia, maka terjadi aksi saling lempar dan kemudian pembakaran sepeda motor serta rumah di sekitar lokasi. "Tiga rumah dibakar di sekitar lokasi," ujar dia.
Bom rakitan juga meledak saat rusuh di Ambon
Bom rakitan juga melukai sejumlah warga yang sedang merayakan peringatan Hari Pahlawan Nasional Pattimura.
Advertisement
Rekomendasi