55 Orang luka akibat kerusuhan di Ambon

"Tidak ada korban jiwa," kata kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP Johanis Huwae.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
55 Orang luka akibat kerusuhan di Ambon
Bentrok Ampera. Merdeka.com

Kerusuhan terjadi di perbatasan wilayah Batumerah dan Mardika, Kota Ambon, saat peringatan Hari Pattimura, Selasa (15/5). Sebanyak 55 orang luka-luka akibat aksi anarkistis tersebut."Tidak ada korban jiwa," kata kata Kabid Humas Polda Maluku AKBP Johanis Huwae saat dihubungi merdeka.com.Johanis menjelaskan, korban luka di antaranya karena terkena bom rakitan, panah, bacokan parang dan lemparan batu. Dia memaparkan 17 korban dirawat di RS GPM, 23 di RSU Ambon, delapan di RS Bhakti Rahayu dan tujuh di RS Al Fatah.Salah satu korban di RS Bhakti Rahayu, Rein Louhena (27), mengalami luka bakar dari bahu hingga bokong."Saya dipukul seseorang dengan obor yang terbuat dari bambu di belakang kepala dan ada orang lain sengaja menyiram bahan bakar di bagian punggung. Namun saya berusaha menyelamatkan diri keluar dari kepungan massa," cerita Rein seperti dikutip Antara.Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di pertigaan Batumerah, Kota Ambon, pukul 05.30 WIT. Kerusuhan dipicu bentrok antar warga Mardika dan Batumerah saat aksi tari Cakalele dan lari obor, memperingati Hari Pattimura."Saat itu warga Batumerah ada yang bilang Mardika bukan desa adat," ujar Johanis.Akibat ucapan itu, perang mulut pun tak terhindari. Setelah itu, lanjut dia, maka terjadi aksi saling lempar dan kemudian pembakaran sepeda motor serta rumah di sekitar lokasi. "Tiga rumah dibakar di sekitar lokasi," ujar dia.

Rekomendasi