Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi masih memeriksa tujuh anggota DPRD Riau terkait korupsi proyek pekan olahraga nasional (PON). Pemeriksaan dilakukan di Markas Direskrimsus Polda Riau. Kantor yang biasa sepi mendadak ramai. Puluhan wartawan bercampur dengan polisi menunggu pemeriksaan selesai. Sejumlah masyarakat juga penasaran dengan keramaian yang terjadi. Para pedagang makanan pun meraup untung dari pemeriksaan ini. Hingga dini hari, pemeriksaan masih berlangsung."Saya lihat kantor ini ramai tidak seperti biasanya, jadi saya langsung ajak kawan untuk berdagang disini," kata seorang pedagang, Zainal, Rabu (4/4) dini hari. Demikian ditulis antara.Pedagang kini terlihat mangkal di seberang Ditreskrimsus Polda Riau di Jalan Gajah Mada. Padahal, jalan protokol itu pada hari biasa selalu steril dari aktivitas pedagang kaki lima. Dagangan mereka terlihat laris dibeli puluhan wartawan yang masih menunggu pemeriksaan."Kalau sampai pagi masih ramai, ya terus kita mangkal disini sampai pagi sekalipun," katanya.Seorang pedagang lainnya, Syarif, mengatakan turut prihatin dengan penangkapan anggota DPRD terkait gratifikasi proyek Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau. Ia mengatakan hal itu mengindikasikan ada unsur korupsi dalam mega proyek pembangunan PON yang menelan biaya ratusan miliar rupiah itu."Kalau benar anggota dewan korupsi, saya dukung KPK menangkap mereka karena dana PON berasal dari pajak rakyat Riau juga," katanya.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan tujuh anggota DPRD Riau. KPK juga menangkap empat orang swasta dan dua pegawai Dispora Riau, Selasa (3/4) malam.
7 Anggota DPRD Riau ditangkap, pedagang untung
Puluhan wartawan bercampur dengan polisi menunggu pemeriksaan selesai. Sejumlah masyarakat juga penasaran.
Rekomendasi