Mampukah Jokowi ikuti jejak wali kota Mexico City?

Wali Kota Mexico City, Marcelo Ebrard, pada 2010 berhasil menyabet gelar pemimpin daerah terbaik sejagat.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Mampukah Jokowi ikuti jejak wali kota Mexico City?
Jokowi sedang santai. merdeka.com/sholeh

Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo masuk nominasi pemimpin daerah terbaik sejagat versi organisasi nirlaba The City Mayors Foundation. Namun seperti apa jalan yang harus ditempuh mereka bertiga untuk menyamai capaian peraih gelar itu dua tahun lalu?Marcelo Ebrard pada 2010 berhasil menyabet gelar pemimpin daerah terbaik sejagat, seperti tercatat di situs www.worldmayor.com, Senin (2/4). Wali Kota Mexico City ini berhasil menyisihkan puluhan calon lain dari lima benua, hanya dalam waktu empat tahun setelah terpilih.Pria berusia 52 ini sejak muda sudah akrab dengan ilmu pemerintahan. Ebrard menempuh kuliah hubungan internasional di Meksiko. Dia lantas melanjutkan studi di bidang administrasi publik dan perencanaan di kampus ternama Prancis, École nationale d'administration.Kembali dari luar negeri, dia mengabdi jadi birokrat rendahan di Badan Perencanaan pemerintah kota Mexico City. Dia akhirnya terjun ke dunia politik dengan bergiat di Partai Revolusi Demokratik (PRD) yang berhaluan liberal. Melalui partai itu, dia maju menjadi calon wali kota dan terpilih pada 5 Desember 2006.Ideologi Ebrard selama menjabat adalah persamaan hak seluruh warga dan pembangunan berorientasi lingkungan. Dia mendukung peningkatan taraf hidup perempuan, memberi tunjangan bagi ibu muda single parent, dan memberi ruang bagi kelompok minoritas seperti homoseksual untuk berekspresi di ibu kota Meksiko itu. Dia juga membangun banyak fasilitas publik bagi kaum difabel.Soal taman, dia bahkan lebih gila dari Risma. Ebrard mengampanyekan agar setiap keluarga menanam satu batang pohon di halaman rumahnya. Alun-alun Zocalo di pusat kota yang dahulu kumuh, diubah menjadi area pejalan kaki yang hijau.Namun, Ebrard paling dikenal karena gebrakannya di bidang lingkungan hidup. Pada tahun 80-an, Mexico City merupakan kota paling terpolusi sedunia.Tidak lama setelah terpilih, Ebrard langsung mengumumkan Rencana Hijau 15 tahun. Kebijakannya memaksa setiap industri di kota itu menuruti aturan emisi gas. Pengelola limbah yang sembrono bakal disikat olehnya. Sarana transportasi yang tidak lolos uji emisi dipensiunkan. Dia mengganti seluruh armada bus dalam kota dengan jenis yang lebih ramah lingkungan.Hanya dalam waktu tiga tahun, Mexico City sudah keluar dari daftar 10 besar kota terpolusi sedunia. Jadi, apakah Jokowi, Risma, dan Syahrul bisa mengikuti jejaknya? 

Rekomendasi