Suara PAN di Pilgub DKI terbelah tiga?

Didik adalah ketua DPP PAN, sementara Faisal adalah mantan sekjen sekaligus deklarator partai besutan Amien Rais itu.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Suara PAN di Pilgub DKI terbelah tiga?
Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini. merdeka.com/dok

Suara Partai Amanat Nasional (PAN) dalam Pilgub DKI kali ini tidak hanya dinilai terbelah dua. Suara partai itu bahkan diprediksi terbelah tiga lantaran ada tiga calon yang mempengaruhi dukungan partai matahari biru itu."Pilkada kali ini memang dilema bagi PAN," kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Arya Fernandez, saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (26/3).Arya memaparkan tiga tokoh yang berpengaruh itu adalah Didik J Rachbini, Faisal Basri dan Fauzi Bowo. Didik dan Faisal dinilai mempunyai hubungan emosional dengan konstituen PAN. Maklum saja, Didik adalah ketua DPP PAN, sementara Faisal adalah mantan sekjen sekaligus deklarator partai besutan Muhammad Amien Rais itu."Mereka punya hubungan historis dan emosional dengan konstituen PAN yang rata-rata orang terdidik dan penduduk urban," kata Arya.Menjadi cawagub DKI, Didik Junaidi Rachbini maju bersama Muhammad Hidayat Nur Wahid yang didukung PKS. Sementara Faisal Basri bersama Biem Benyamin maju melalui jalur perseorangan.Sementara satu calon lain yang membuat terbelah adalah Fauzi Bowo. Cagub incumbent itu didukung secara resmi oleh DPW PAN DKI. "DPW PAN DKI itu sangat getol mendukung Foke," ujar Arya.Mengenai dukungan sejumlah elite DPP PAN ke pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, Arya menilai hal itu sebagai bentuk kekecewaan mereka lantaran tidak diajak berunding dengan Demokrat soal pencalonan pasangan, yang akhirnya memajukan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli."Itu kan terjadi di detik-detik terakhir," ujarnya.Seperti diketahui, secara resmi PAN mendukung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli bersama Partai Demokrat, PKB, Hanura dan sejumlah partai yang lain. Sementara Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini diusung oleh PKS.

Rekomendasi