IPB imbau sumbangan kecelakaan melalui kampus

Pihak kampus IPB merespons langsung, dan berharap jika ada yang ikhlas membantu, agar sumbangan diberikan secara resmi.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
IPB imbau sumbangan kecelakaan melalui kampus
ilustrasi

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) secara spontan dan suka rela menggalang dana untuk rekan mereka yang mengalami kecelakaan di Jl Raya Bogor, Minggu (25/3) dini hari tadi. Pihak kampus IPB merespons langsung, dan berharap jika ada yang ikhlas membantu, agar sumbangan diberikan secara resmi melalui kampus IPB."Sampai hari ini sudah tertangani. Untuk selanjutnya kalau ada yang ikhlas membantu sebaiknya disalurkan melalui Ibu Mega di Ditmawa," demikian pernyataan resmi Direktur Kemahasiswaan IPB Dr. Rimbawan melalui akun twitter resmi BEM KM IPB, Minggu (25/3) malam."Hal tersebut untuk mengatasi pernyataan asli atau penipuan,” imbuhnya.Sebelumnya, sebagian mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menggalang dana untuk rekan mereka yang mengalami kecelakaan di Jl Raya Bogor, Minggu (25/3) dini hari tadi. Mereka menamakan penggalangan dana itu sebagai Gerakan Rp 5.000.Informasi penggalangan dana itu disebar lewat pesan singkat dan BlackBerry Messenger. Para pendonor diminta mengirimkan bantuannya ke rekening  BNI 0153672241 atas nama Guslina Isriany untuk biayai operasi Sahri, salah satu korban yang mengalami gegar otak dan masih koma, sebesar Rp 38 juta.Saat dihubungi, Guslina mengakui, penggalangan dana itu memang dilakukan pihaknya. Sejak pukul 14.00 WIB tadi, dia mengakui ada sekitar Rp 6 jutaan yang masuk ke rekeningnya.Dia mengatakan, sumbangan yang masuk ke rekeningnya memang dikhususkan untuk rekannya, Sahri. Mahasiswa jurusan Konservasi Hutan dan Ekowisata itu adalah satu dari lima korban luka berat kecelakaan Toyota Avanza di Km 51 Tol Jagorawi arah Bogor pukul 03.30 WIB tadi."Saya khususkan untuk Sahri, karena saya tidak bisa mengatur untuk semuanya," ujar Guslina.Meski akhirnya biaya operasi Sahri sudah ditanggung pihak institut, kata dia, uang Rp 6 juta yang diterima pihaknya akan digunakan untuk pengobatan lanjutan.

Rekomendasi