Kapolda Sumut minta demo BBM tak digelar di Polonia

Polisi akan dibantu personel TNI dalam mengamankan aksi besar-besaran itu. Aparat keamanan tidak membawa peluru tajam.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Kapolda Sumut minta demo BBM tak digelar di Polonia
Demonstrasi buruh menolak BBM. merdeka.com/dok

Menjelang unjuk rasa besar-besaran menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Senin (26/3) mendatang, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro meminta para demonstran tidak melakukan aksinya di bundaran Bandara Polonia Medan.Jika demonstrasi digelar di sana, seluruh penerbangan dari dan menuju Medan akan terganggu, bahkan bisa lumpuh."Saya mengimbau kepada teman-teman, kalau bisa jangan ke sana, karena itu adalah bandar udara kita," kata Wisjnu kepada wartawan, Sabtu (24/3). Seperti diberitakan, Kongres Rakyat Sumatera Utara yang merupakan gabungan dari 51 elemen masyarakat akan menggelar demonstrasi besar-besaran, pada Senin (26/3). Menurut pihak kepolisian, 29 ribu orang akan turun dalam aksi itu.Selain bundaran di depan Bandara Polonia, massa juga akan menggelar aksi di kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro; kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol; kantor Pertamina, Jalan Putri Hijau; dan Kawasan Industri Medan (KIM).Menurut dia, pihak kepolisian akan dibantu personel TNI dalam mengamankan aksi besar-besaran itu. Aparat keamanan tidak membawa peluru tajam. “Kita paling akan membawa tameng, barier, dan water cannon. Kalaupun nanti sampai anarkis, disiapkan peluru karet dan peluru hampa. Ini anak kita, bukan lawan,” kata dia.

Rekomendasi