Tugu Pahlawan di Surabaya distroni puluhan patung Buto pada Kamis (22/3) siang ini. Tak urung, jalan raya di sekitar monumen perjuangan Arek-Arek Suroboyo itupun macet total.Para pengguna jalan melambatkan kendaraanya untuk sekadar menyaksikan patung berukuran raksasa menari-nari dan mengitari monumen Tugu Pahlawan. Peristiwa kedatangan puluhan patung Buto ini, adalah bagian dari perayaan 'ogoh-ogoh' yang diarak umat Hindu sebagai ritual perayaan Hari Raya Nyepi tanggal 23 Maret.Ketua panitia perayaan Nyepi Jawa Timur, I Ketut Suardana mengatakan, setiap perayaan Hari Raya Nyepi, umat Hindu selalu menggelar ritual mengarak patung ogoh-ogoh."Sosok patung raksasa ini mempresentasikan kekuatan (bhu) alam semesta dan kala (waktu). Ogoh-ogoh biasanya digambarkan sebagai makhluk raksasa atau dalam bahasa jawa biasa disebut sebagai buto," katanya.Ketut juga mengatakan, ogoh-ogoh sendiri adalah perlambang kekuatan yang ada di bumi. Ketut menambahkan, serangkaian perayaan Nyepi kali ini akan digelar sampai tanggal 15 April. Puncak acaranya sendiri akan diadakan pagelaran Dharma Shanti Nyepi yang diselenggarakan di Graha Samudra Bumi Moro Surabaya, Jawa Timur.Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharani, yang membuka pesta perayaan ogoh-ogoh, terlihat melambaikan tangannya ketika patung Buto menari-nari dan menundukkan kepalanya di hadapan walikota perempuan tersebut.
Peringati Nyepi, Tugu Pahlawan disatroni patung Buto
Patung Buto adalah bagian dari perayaan 'ogoh-ogoh' yang diarak umat Hindu sebagai ritual perayaan Hari Raya Nyepi.
Rekomendasi