Pihak kepolisian menggelar mediasi siang ini untuk mendamaikan massa Front Pembela Islam (FPI) dan masyarakat Dayak. Kepolisian berharap semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi."Jangan bertindak sendiri," ujar Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar di Pontianak, Jumat (16/3). Demikian ditulis antara, Jumat (16/3).Dialog antara Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Unggung Cahyono dengan tokoh masyarakat yang ada di Kota Pontianak, bertempat di ruang Rupatama markas Polda di Jalan Ahmad Yani.Situasi di Kota Pontianak sempat mencekam menyusul beredar pesan-pesan melalui SMS dan BBM. Pesan berantai ini menyebutkan akan ada bentrokan di Pontianak antara warga Dayak dan massa FPI. Sebelumnya memang timbul penolakan dari masyarakat Dayak akan kehadiran FPI.Polisi dan TNI menjaga ketat beberapa titik di Kota Pontianak. Namun situasi berangsur-angsur kondusif. Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar juga menjelaskan, info kerusuhan yang marak menyebar di pesan Blackberry dan pesan singkat SMS hanya dilebih-lebihkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab."FPI dan masyarakat Dayak, hanya ribut dengan percakapan dan sifatnya hanya debat saja, tidak ada tindakan anarki. Memang ada massa sempat turun ke jalan melakukan orasi tujuan ke Polda Kalbar, tapi sudah diamankan oleh aparat polisi dan TNI," katanya dikutip antara.Dia menjelaskan, saat ini kondisi di lapangan sudah berjalan lancar, namun aparat keamanan tetap sigap menjaga kota.
Polisi gelar mediasi FPI-Dayak di Pontianak
Kapolda Kalbar memimpin dialog FPI dan massa Dayak. Polisi berharap semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi.
Advertisement
Rekomendasi