Pernyataan Wasekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, terkait demo bahan bakar minyak (BBM) dinilai berlebihan. Tudingan Pohan bahwa Wiranto berada di balik aksi unjuk rasa menuntut penggulingan SBY merupakan sikap yang paranoid."Itu agak paranoid, mereka (Ramadhan-red) mendapatkan info untuk menggulingkan pemerintahan. Itu info yang keliru dan paranoid, itu di luar konteks," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR, Nasir Djamil.Hal itu dikatakan Nasir di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/3).Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan demo wajar dilakukan jika masyarakat merasa terhimpit dengan kenaikan harga BBM. Terkait penggulingan SBY melalui aksi unjuk rasa penolakan kenaikan BBM, Nasir mengatakan, penjatuhan presiden itu ada prosedurnya. "Kan negara kita negara konstitusi. Semuanya lewat konstitusional dan mekanisme konstitusi yang ada di DPR," pungkasnya.Sebelumnya, Pohan menuding Wiranto akan memanfaatkan isu kenaikan BBM untuk menggulingkan pemerintahan SBY. Dia juga menuding Hanura, partai yang dipimpin Wiranto, ikut memainkan kasus Nazaruddin. Sebabnya, Elsa Syarif, salah satu kuasa hukum Nazaruddin, termasuk fungsionaris Hanura.Wiranto menganggap santai tudingan tersebut. Dia menyebut tudingan Pohan itu menunjukkan kepanikan Demokrat atas kasus hukum yang sedang melilit partai penguasa itu.
Tuding Wiranto, Ramadhan Pohan dinilai paranoid
Penggulingan presiden itu harus lewat mekanisme konstitusional. Bukan dengan aksi jalanan.
Advertisement
Rekomendasi