Rayakan 274 Tahun Kota Solo, 28.400 Takir Jenang jadi Rebutan Warga

Senin, 18 Februari 2019 00:28 Reporter : Arie Sunaryo
Rayakan 274 Tahun Kota Solo, 28.400 Takir Jenang jadi Rebutan Warga Pertayaan 274 Tahun Kota Solo. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Tepat hari ini, Minggu, 17 Februari 2019, Kota Solo genap berusia 274 tahun. Puncak peringatan dilakukan di kompleks Taman Sriwedari, Jalan Slamet Riyadi, ditandai dengan upacara bendera di Stadion Sriwedari dilanjutkan doa bersama dan festival jenang (dodol) atau Semarak Jenang Nusantara di Plasa Sriwedari.

Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalur pedestrian depan Kantor Dinas Pariwisata hingga stadion tertua di Indonesia itu. Sebanyak 28.400 takir dari 17 jenis jenang dibagikan secara gratis. Jenang tersebut merupakan jenang tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Di antaranya jenang katul, jenang abang putih, jenang sengkolo, jenang lemu, jenang procot, jenang sepasaran, jenang timbul, rangrang, raming, sumsum, grendul, saloko, pati dan lainnya.

Usai upacara, sebanyak 17 Putra Putri Solo membawa 17 macam jenang yang ditempatkan dalam kendil. Setelah sampai di Plasa Sriwedari, dilakukan prosesi selanjutnya. Petugas memberikan penjelasan mengenai nama dan filosofi dari 17 jenang tersebut. Selain itu, sebanyak 1.000 takir jenang lainnya ditempelkan pada miniatur tugu jam Pasar Gede.

"Pada momen Hari Jadi Kota Solo ke 274 ini saya berharap bisa menjadikan masyarakat semakin berbudi pekerti luhur, andap asor dan menjadikan Solo semakin nyaman untuk ditinggali," ujar Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo saat memberikan sambutan, Sabtu (17/2).

Rudy, juga ingin Kota Solo semakin maju, mandiri dan warganya sejahtera dan tetap menjadi kota yang berbudaya.

Usai sambutan wali kota, pembagian jenang dimulai. Namun sebelum dimulai, warga yang sudah hadir sejak pagi langsung menyerbu stan-stan jenang yang ada di kompleks Sriwedari. Tak sedikit stan yang sudah kehabisan jenang karena diserbu warga.

"Kami menyediakan 100 jenang yang akan dibagikan kepada warga. Tetapi, baru ditata atas meja, sudah habis diserbu warga. Kami tidak bisa melarang, karena jumlahnya banyak sekali," kata salah satu peserta Semarak Jenang Nusantara dari BNI Solo, Rizal Herdianto.

Rizal mengaku sudah melakukan persiapan sejak pukul 05.30 WIB. Meski habis sebelum dibagikan, namun ia merasa senang karena bisa bersama-sama masyarakat merayakan HUT Kota Solo yang ke 274. Menurutnya, BNI sudah rutin mengikuti Semarak Jenang setiap tahunnya.

"Ini agenda tahunan yang kita ikuti, BNI mendapat jatah jenang procot. Ada 100 takir jenang, tapi sudah habis semua," ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Solo Hasta Gunawan menyampaikan, Semarak Jenang Nusantara 2019 diikuti 274 stan dari pasar tradisional, BUMN, sekolah, instansi, dan masyarakat. Setiap Stan diwajibkan menyediakan 100 takir jenang. Ditambah 1.000 takir dari panitia, sehingga total jenang yang dibagikan mencapai 28.400 takir.

"Semarak Jenang tahun ini mengambil tema Pesona Jenang Kemajemukan. Ada 274 peserta yang akan mengikuti Semarak Jenang, di antaranya dari 40 pasar tradisional yang ada di Solo," pungkas Hasta. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Solo
  2. FX Hadi Rudyatmo
  3. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini