Ratusan Siswa SD dan SMP Diduga Keracunan MGB, Sisa Muntahan dan Makanan Diuji di Balai Labkes PAK Jateng

Sampel diambil berupa sisa bercak muntahan siswa dan beberapa lauk dihidangkan saat MBG di sekolah tersebut.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Ratusan Siswa SD dan SMP Diduga Keracunan MGB, Sisa Muntahan dan Makanan Diuji di Balai Labkes PAK Jateng
Ratusan Siswa SD dan SMP Diduga Keracunan MGB, Sisa Muntahan dan Makanan Diuji di Balai Labkes PAK Jateng (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak mengambil sejumlah sampel makanan diduga dari kegiatan MBG di sekolahan setelah kejadian ratusan siswa SDN 3 Gemolong dan SMP Gemolong Sragen keracunan makanan. Sampel diambil berupa sisa bercak muntahan siswa dan beberapa lauk dihidangkan saat MBG di dua sekolah tersebut.

"Untuk sekarang kita sudah ambil sampel-sampelnya. Ada yang dari sisa muntahan anaknya maupun makanan dari olahan MBG. Beberapa hari ke depan akan diuji di laboratorium milik Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan (Labkes PAK) Provinsi Jawa Tengah," kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng sekaligus anggota yang juga sekretaris Satgas Percepatan MBG Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, Rabu (13/8).

Nantinya hasil uji laboratorium dari Balai Labkes PAK diperkirakan muncul sepekan ke depan. Para orang tua murid diminta tidak panik dengan adanya kejadian tersebut. Sebab belum tentu makanan yang membuat siswa SDN 3 Gemolong dan SMP 4 Gemolong disebabkan dari hidangan menu MBG.

"Kan belum bisa dipastikan juga kalau asalnya dari menu ketika ada kegiatan makan bergizi gratis. Bisa saja dari tempat pengolahannya. Maka untuk membuktikan data validnya, kami perlu tes uji bahan makanannya dan sisa-sisa lauk yang diambil saat kejadian di sekolahan itu," ujar Sujarwanto.

Sedangkan untuk proses penyelidikan masih terus dilakukan bersama tim Badan Gizi Nasional (BGN). Pemprov Jateng mengingatkan kepada SPPG penyelenggara MBG tiap daerah untuk mengambil pelajaran dari kejadian ini.

"Supaya perlu ada SOP yang ketat ketika mengolah bahan pangan untuk kebutuhan MBG bagi siswa sekolah. Kita intinya masih mendalami kayak apa kejadian sebenarnya. Tentu ini jangan sampai terulang lagi. Kejadian ini musti jadi pengingat buat kita semua," ujar dia.

Sebelumnya, ratusan siswa di SD dan SMP di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mengalami keracunan massal diduga akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan pada Senin (11/8).

Berdasarkan data terakhir, ada 251 orang yang mengalami keracunan massal. Korban keracunan tersebut merupakan siswa SMP Negeri 3 Gemolong atau SBI dan SDN 4 Gemolong. Mereka mengkonsumsi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Mandiri Gemolong 1 beralamat di Jalan raya Gemolong Sragen Km 2, Klentang 008 Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen (Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah).

Rekomendasi