Ratusan orang diduga jadi korban penipuan umrah biro perjalanan di Bekasi

Selasa, 24 Juli 2018 20:36 Reporter : Adi Nugroho
Ratusan orang diduga jadi korban penipuan umrah biro perjalanan di Bekasi Korban penipuan umrah di Bekasi. ©2018 Merdeka.com/Adi Nugroho

Merdeka.com - 151 orang diduga menjadi korban penipuan biro perjalanan haji dan umroh Adhy Tour and Travel yang berada di Jalan Sudirman, Kecamatan Bekasi Barat. Lima orang yang menjadi agen dari ratusan calon jemaah itu melapor ke Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (24/7).

"Klien kami mengalami kerugian hingga Rp 2 miliar lebih," kata kuasa hukum lima agen Adhy Tour and Travel, Martin Iskandar, di Mapolres Metro Bekasi Kota.

Kelima kliennya adalah Atin Supriyatin, Mustofa Kamal, Sri, Sukma, dan Kus. Kerugian yang dialami mereka karena harus mengganti uang calon jemaah yang gagal berangkat ke Mekkah pada 2013 lalu.

Mustofa harus mengganti hingga Rp 200 juta. Atin Rp 700 juta. Sri mengganti Rp 90 juta. Sukma mengganti Rp 169 juta. Dan Kus mengganti Rp 900 juta. Uang itu harus diberikan setelah calon jemaah terus meminta pertanggungjawaban para agen yang membawa mendaftar ke Adhy Tour and Travel.

"Satu orang calon jemaah dibebankan biaya Rp 15 juta hingga Rp 18 juta. Namun, sampai hari ini belum juga diberangkatkan, padahal sudah melunasinya," ujar dia.

Dia mengatakan, kliennya membawa barang bukti pembayaran melalui adminitrasi perbankan dan kwitansi tanda terima uang. Kabarnya, kata dia, ada dua orang agen lagi yang ingin melaporkan dugaan kasus penipuan dan penggelapan ini.

Ia menambahkan, berkaca dengan kasus First Travel, Martin akan membuka posko pengaduan di Kantor Polres Metro Bekasi Kota bagi korban penipuan Adhy Tour and Travel. Sebabnya, kata dia, jumlah korban sudah melampaui banyak.

Seorang agen Adhy Tour and Travel, Atin Supriyatin mengaku terus dihantui desakan pertanggungjawaban dari para calon jemaah yang gagal berangkat. Ia mengaku harus mengganti uang dari 42 calon dari Bekasi yang mendaftar melaluinya.

"Saya sampai jual rumah dan gelang untuk mengganti uang calon jemaah," ujar Atin. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini