Ratusan handphone asal Singapura tak berdokumen disita di Bandara Soekarno-Hatta

Selasa, 3 Juli 2018 23:07 Reporter : Kirom
Ratusan handphone asal Singapura tak berdokumen disita di Bandara Soekarno-Hatta Ilustrasi smartphone. ©densnapdealtvshop

Merdeka.com - Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta mengamankan tiga pelaku penyelundupan ratusan unit handphone asal Singapura. Unit telepon selular tersebut, rencananya akan dijual kembali untuk pasar Jakarta dan Bandung.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Erwin Situmorang mengungkapkan, tiga pelaku yang merupakan WNI berinisial HD, G dan H itu diamankan petugas lantaran tak dapat menunjukkan dokumen resmi impor ratusan unit handphone tersebut. Ketiganya, tiba dari Singapura menuju Jakarta, di terminal 2D Bandara Soetta dengan menumpang pesawat Lion Air JT 157 pada Rabu (27/6) lalu.

"Total ada 612 unit telepon genggam berbagai merk ternama, yang dibawa ketiga pelaku dalam koper mereka. Estimasi nilai produk yang diselundupkan itu senilai Rp 5,2 miliar," kata Erwin, Selasa (3/7).

Dari hasil interogasi yang dilakukan petugas terhadap ketiga pelaku, diketahui ratusan unit handphone tersebut, akan dipasarkan kembali ke konsumen dalam negeri. "Rencananya untuk dijual kembali, ini dijual untuk pasar Jakarta dan Bandung. Saat dibawa ratusan HP ini disimpan dalam koper dan disimpan di dalam kabin pesawat, bukan dibagasi," ucap Erwin.

Oleh petugas pengawas X-ray, kemudian dicurigai barang dalam koper yang pelaku bawa. Sehingga dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap isi koper.

"Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, petugas mencurigai ketiganya saat melintasi pemeriksaan X-ray. Dari sana dicurigai koper yang dibawa berisikan barang elektronik. Selanjutnya ketiganya pun kita tahan untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Erwin.

Dia mengungkapkan, dari pemeriksaan isi koper tersebut, diketahui terdapat 612 unit handphone dengan merek iPhone dari berbagai seri, Nokia 8110, dan Oneplus 6.

"Mereka tak punya dokumen resmi untuk sebagai importir, karena ketentuan setiap penumpang hanya boleh membawa 2 unit HP. Jika melebihi jumlah yang ditentukan, barang itu akan langsung disita sebagaimana diatur dalam UU kepabeanan. Tapi kita juga harus mencek harganya, kalau satu handphone diatas 500 USD harus membayar bea masuk dan pajak," kata dia. [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini