Ratusan ayam mati akibat banjir, peternak di Blitar merugi
Merdeka.com - Seorang peternak ayam di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengalami kerugian akibat ayam yang dipelihara mati terendam banjir. Hujan deras terjadi sejak Senin (11/4). Akibatnya air menggenang di areal kandang, hingga kini banjir belum surut.
"Ayam yang mati usianya masih dua bulan," kata Eko Pramono, salah seorang pengelola ayam di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (12/4).
Eko menambahkan, ayam-ayam yang usianya masih dua bulan ditaruh di bagian kandang tanah, sehingga ketika terjadi banjir ayam itu terendam. Akibatnya mengalami kerugian cukup besar dengan ratusan ternak yang mati itu.
"Sekitar 2.000 ekor ayam dan yang mati akibat terendam banjir ada sekitar 500 ekor," ucap Eko.
Ketinggian air hingga sekitar 60 sentimter, sehingga pakan-pakan yang sengaja ditaruh di dalam gudang, terutama di bagian bawah, juga terendam air.
Eko mengaku belum bisa menghitung dengan pasti kerugian akibat banjir itu. Namun diperkirakan hingga puluhan juta.
Seperti diberitakan Antara, banjir itu melanda delapan desa di dua kecamatan Kabupaten Blitar, yaitu Kecamatan Srengat serta Wonodadi. Banjir itu terjadi karena buruknya sistem irigasi, sehingga tidak bisa menampung air hujan. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya