Rakernas AMALI Teguhkan Arah Pendidikan Keulamaan Berbasis Pesantren untuk Kaderisasi Ulama Global

Rakernas AMALI di Kudus menjadi momentum penting konsolidasi nasional Ma’had Aly, meneguhkan arah strategis pengembangan pendidikan keulamaan berbasis pesantren, serta memperkuat peran Rakernas AMALI dalam mencetak ulama berorientasi global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rakernas AMALI Teguhkan Arah Pendidikan Keulamaan Berbasis Pesantren untuk Kaderisasi Ulama Global
Rakernas AMALI di Kudus menjadi momentum penting konsolidasi nasional Ma’had Aly, meneguhkan arah strategis pengembangan pendidikan keulamaan berbasis pesantren, serta memperkuat peran Rakernas AMALI dalam mencetak ulama berorientasi global. (AntaraNews)

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI) telah sukses diselenggarakan di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Quran Menawan, Kudus, Jawa Tengah, pada tanggal 9 hingga 11 Januari 2026. Acara penting ini menjadi titik krusial bagi konsolidasi nasional seluruh Ma’had Aly di Indonesia, memperkuat jaringan dan visi bersama.

Rakernas AMALI ini juga secara signifikan meneguhkan arah strategis pengembangan pendidikan keulamaan yang kuat berbasis pesantren. Ketua AMALI, Nur Salikin, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan peran Ma’had Aly sebagai pusat kaderisasi ulama.

Kaderisasi ulama yang dimaksud berakar pada tradisi keilmuan pesantren yang kaya, namun tetap berorientasi global untuk menjawab tantangan zaman. Sinergi nasional antar-Ma’had Aly menjadi kunci utama untuk memperkuat Tridarma Ma’had Aly, meliputi tarbiyah, khidmah, dan bahts.

Nur Salikin menekankan pentingnya sinergi nasional di antara Ma’had Aly untuk memperkuat Tridarma yang menjadi pilar utama pendidikan pesantren. Tridarma ini mencakup tarbiyah atau pendidikan, khidmah atau pengabdian kepada masyarakat, serta bahts atau riset keilmuan mendalam yang menjadi ciri khas Ma'had Aly.

Penguatan Ma’had Aly harus dibangun melalui kolaborasi yang solid antarpesantren di seluruh Indonesia, menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap upaya pengembangan Ma’had Aly relevan dengan kebutuhan riil pesantren dan komunitasnya, serta mampu beradaptasi dengan perubahan.

Selain itu, kemitraan strategis dengan Kementerian Agama (Kemenag) juga menjadi elemen penting dalam upaya penguatan ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung program-program Ma’had Aly secara berkelanjutan, baik dari segi kebijakan maupun pendanaan.

AMALI juga memberikan perhatian serius pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengajar Ma’had Aly sebagai ujung tombak pendidikan. Kiai Nur Salikin mendorong perluasan akses beasiswa pendidikan lanjut bagi para dosen, baik untuk jenjang S2 maupun S3, guna meningkatkan kompetensi akademik mereka.

Skema beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama diharapkan dapat dimaksimalkan. Hal ini bertujuan agar setiap Ma’had Aly memiliki kesempatan berkelanjutan dalam mengembangkan kapasitas akademik pengajarnya secara merata.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Masyayikh sekaligus penasihat AMALI, Muhyiddin Khatib, turut hadir dalam Rakernas ini dan melantik 30 pengurus baru, menandai regenerasi kepemimpinan. Kehadiran perwakilan dari Direktorat Pesantren Kementerian Agama, Kasubdit Ma’had Aly Mahrus El Ma’wa, semakin menegaskan komitmen pemerintah.

Mahrus El Ma’wa menyatakan komitmen Kemenag untuk terus menjadi mitra kolaboratif AMALI dalam memajukan pendidikan keulamaan. Ia juga mengungkapkan rencana strategis pengembangan Subdirektorat Ma’had Aly menjadi Direktorat Ma’had Aly dalam lima tahun ke depan, menunjukkan dukungan penuh terhadap institusi pendidikan ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi