Rajawali Medan Kalah Beruntun Ketiga di Kandang, Pelatih Soroti Absennya Brandon

Rajawali Medan kembali menelan kekalahan, kali ini dari Pelita Jaya Jakarta, memperpanjang rekor Rajawali Medan kalah tiga kali berturut-turut di kandang sendiri pada ajang IBL 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rajawali Medan Kalah Beruntun Ketiga di Kandang, Pelatih Soroti Absennya Brandon
Rajawali Medan kembali menelan pil pahit kekalahan beruntun ketiga di kandang sendiri, kali ini dari Pelita Jaya Jakarta dalam lanjutan IBL 2026. Apa penyebabnya? (AntaraNews)

Tim basket Rajawali Medan harus kembali menelan pil pahit setelah menelan kekalahan ketiga secara beruntun dalam gelaran Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Kekalahan terbaru ini terjadi saat mereka menjamu Pelita Jaya Jakarta di kandang sendiri. Pertandingan sengit tersebut berlangsung di GOR Universitas Negeri Medan (Unimed), Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu malam, 28 Januari 2026.

Dalam laga tersebut, Rajawali Medan menyerah kepada tim tamu Pelita Jaya dengan skor akhir 66-88. Hasil ini tentu sangat mengecewakan bagi skuad Rajawali Medan dan para pendukungnya yang memadati GOR Unimed. Tiga kekalahan beruntun ini semakin terasa menyakitkan karena semuanya terjadi saat Rajawali Medan bermain di markasnya sendiri.

Pelatih Rajawali Medan, Efri Meldi, mengungkapkan bahwa absennya pemain kunci Brandon yang mengalami cedera bahu sangat memengaruhi performa tim. Selain itu, para pemain lokal juga dinilai belum mampu tampil maksimal. Meski demikian, Efri Meldi tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang sudah bermain secara maksimal di lapangan.

Kuarter pertama pertandingan IBL 2026 ini dimulai dengan inisiatif serangan cepat dari tuan rumah Rajawali Medan, yang menurunkan pemain seperti Antonio Kurtis Hester, James Majok, Likeme Victor Conrad, Wimbardi, dan Yeremia. Namun, Pelita Jaya Jakarta yang datang dengan target poin penuh tidak lengah dan langsung memberikan perlawanan ketat. Tim tamu mengandalkan Withey, Andakara Dhyaksa, Amirie Archibald, Darious Lee Moten, dan Agassi Goantara untuk membangun serangan.

Kejar-kejaran poin tak terhindarkan, membuat jalannya pertandingan sangat ketat di awal. Pelita Jaya berhasil unggul tipis di akhir kuarter pertama dengan skor 17-16. Memasuki kuarter kedua, Rajawali Medan mencoba bangkit dan lepas dari tekanan, didukung penuh oleh sorakan penonton yang memadati GOR Unimed.

Meskipun demikian, Pelita Jaya tidak mengendurkan serangan dan secara perlahan mulai mendominasi permainan. Mereka berhasil menutup kuarter kedua dengan keunggulan 41-36, menunjukkan performa yang semakin ganas di lapangan. Dominasi ini menjadi kunci bagi Pelita Jaya untuk mengendalikan jalannya pertandingan.

Memasuki kuarter ketiga, Rajawali Medan berusaha keras mengejar ketertinggalan poin dan sempat memimpin dengan skor 42-41. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Pelita Jaya segera merespons dan kembali memimpin dengan skor 48-42 di pertengahan kuarter. Perburuan poin terus berlanjut dengan Rajawali Medan mencoba menguntit perolehan poin lawan.

Pelita Jaya, yang tidak ingin lengah, terus berupaya menambah poin, terutama melalui tembakan tiga angka yang efektif. Pada menit kedelapan kuarter ketiga, Pelita Jaya semakin menjauh dengan skor 59-44. Kuarter ini akhirnya ditutup dengan keunggulan signifikan 65-50 untuk tim tamu Pelita Jaya, memperlebar jarak poin secara drastis.

Pada kuarter keempat yang menjadi penentuan, Rajawali Medan mencoba bermain lebih keras dan memanfaatkan lemparan tiga angka untuk mengejar ketertinggalan yang cukup jauh. Namun, Pelita Jaya bermain lebih tenang dan mampu meredam ambisi tuan rumah. Tim tamu justru semakin mendominasi permainan dan terus memimpin perolehan poin, bahkan sudah unggul 70-51 saat kuarter keempat baru berjalan dua menit.

Rajawali Medan sempat memperkecil skor menjadi 60-74 hingga pertengahan kuarter keempat, namun Pelita Jaya yang sudah unggul jauh memilih bermain aman dan lebih santai. Mereka lebih banyak melakukan tembakan tiga angka di sisa waktu, memastikan kemenangan dengan skor akhir 86-66. Kekalahan ini menjadi yang ketiga kalinya bagi Rajawali Medan di kandang sendiri.

Kekalahan dari Pelita Jaya ini merupakan kekalahan beruntun ketiga bagi Rajawali Medan dalam ajang IBL 2026. Sebelumnya, tim kebanggaan Medan ini juga takluk di kandang sendiri saat menghadapi Satria Muda Pertamina dan Bogor Hornbills. Fakta bahwa ketiga kekalahan tersebut terjadi di GOR Unimed tentu menjadi catatan penting bagi tim pelatih dan manajemen.

Pelatih Rajawali Medan, Efri Meldi, mengakui bahwa absennya Brandon akibat cedera bahu sangat terasa dampaknya bagi tim. Ia juga menyoroti performa pemain lokal yang belum bisa maksimal dalam pertandingan-pertandingan tersebut. Meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan, Efri Meldi tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya atas perjuangan maksimal yang telah ditunjukkan di lapangan.

Manajemen dan tim pelatih Rajawali Medan kini memiliki tugas berat untuk mengevaluasi performa tim dan mencari solusi atas rentetan kekalahan ini. Memperbaiki koordinasi, meningkatkan performa pemain lokal, serta mempersiapkan strategi terbaik untuk pertandingan selanjutnya akan menjadi fokus utama. Diharapkan Rajawali Medan dapat segera bangkit dari keterpurukan ini dan meraih hasil positif di laga-laga mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi