Raih 4 dari 5 Kategori, Bali Sabet Penghargaan Kebudayaan Indonesia 2025 dari Kemenbud

Provinsi Bali kembali mengukuhkan posisinya sebagai penjaga warisan budaya dengan meraih empat Penghargaan Kebudayaan Indonesia 2025 dari Kementerian Kebudayaan. Prestasi ini menegaskan komitmen Bali dalam melestarikan kebudayaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Raih 4 dari 5 Kategori, Bali Sabet Penghargaan Kebudayaan Indonesia 2025 dari Kemenbud
Provinsi Bali kembali mengukuhkan posisinya sebagai penjaga warisan budaya dengan meraih empat Penghargaan Kebudayaan Indonesia 2025 dari Kementerian Kebudayaan. Prestasi ini menegaskan komitmen Bali dalam melestarikan kebudayaan. (AntaraNews)

Provinsi Bali kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah terdepan dalam pelestarian budaya. Dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan, Bali berhasil menyabet empat penghargaan bergengsi.

Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali, I Gede Arya Sugiartha, di Denpasar pada Kamis (23/10). Raihan ini menjadi bukti nyata komitmen Bali dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Penghargaan ini tidak hanya mengukuhkan Bali sebagai destinasi wisata budaya dunia, tetapi juga sebagai daerah yang sukses menyeimbangkan kemajuan pembangunan dengan pelestarian nilai-nilai tradisi. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras kolaboratif berbagai pihak.

Prestasi Gemilang Bali dalam Anugerah Kebudayaan Indonesia

Dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, Provinsi Bali berhasil meraih empat penghargaan dari total lima kategori yang diperebutkan. Kategori yang berhasil dimenangkan oleh Bali meliputi Pemerintah Daerah Terbaik, Museum Terbaik, Taman Budaya Terbaik, dan Anjungan Daerah TMII Terbaik.

Kepala Disbud Bali, I Gede Arya Sugiartha, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari konsistensi daerah dalam melestarikan budaya. "Raihan ini sekaligus menegaskan posisi Bali sebagai daerah yang konsisten menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkannya di tengah arus moderenisasi," ujar Arya Sugiartha.

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 25 Agustus memberikan apresiasi kepada 14 pelaku seni dan budaya. Tahap kedua ini memberikan penghargaan untuk lima kategori utama, di mana Bali hanya tidak lolos pada satu kategori.

Sinergi Kuat Menjaga Jati Diri Budaya

Pencapaian gemilang ini tidak lepas dari kerja kolaboratif yang erat antara pemerintah daerah, pelaku budaya, dan seluruh masyarakat Bali. Mereka bahu-membahu menjaga identitas budaya daerah agar tetap lestari dan relevan.

Pemerintah Provinsi Bali secara aktif berupaya melestarikan dan memajukan kebudayaan sesuai dengan visi pembangunan daerah. Hal ini dilakukan dengan memperkuat regulasi di tingkat daerah serta menghadirkan berbagai program yang berbasis kearifan lokal.

Arya Sugiartha menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diterima. "Kami sangat berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Provinsi Bali, ini adalah hasil dari dedikasi dan sinergi luar biasa semua pihak yang terus berkomitmen menjaga kebudayaan sebagai jantung kehidupan masyarakat Bali," katanya.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen dan kerja bersama dalam menjaga, mengembangkan, serta memuliakan kebudayaan Bali. Ini juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan kemajuan modernisasi.

Kebudayaan sebagai Pondasi Peradaban Bangsa

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan bentuk penghargaan negara terhadap individu, lembaga, dan pemerintah daerah. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang secara konsisten berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan.

Fadli Zon berharap melalui ajang ini, pemerintah daerah semakin peduli dan aktif dalam melestarikan kebudayaan di wilayahnya masing-masing. Ia menekankan pentingnya kebudayaan sebagai pondasi peradaban bangsa yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

"Kekayaan kebudayaan kita adalah jantung peradaban, kebudayaan bukan embel-embel, melainkan pondasi seperti yang dikatakan Bung Karno, selain kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi, bangsa yang kuat harus memiliki kepribadian dalam kebudayaan," tegas Menteri Kebudayaan.

Capaian Provinsi Bali ini menandakan bahwa daerah tersebut tidak hanya sukses sebagai destinasi wisata, tetapi juga berhasil menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian nilai-nilai tradisi. Ini adalah contoh nyata bagaimana kebudayaan dapat menjadi kekuatan utama sebuah daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi