Qatar Tegaskan Diplomasi Kemanusiaan dan Mediasi Global di National Day 2025

Merayakan National Day 2025, Qatar menegaskan komitmennya terhadap Diplomasi Kemanusiaan dan peran aktif dalam mediasi konflik global, memperkuat posisinya di kancah internasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Qatar Tegaskan Diplomasi Kemanusiaan dan Mediasi Global di National Day 2025
Merayakan National Day 2025, Qatar menegaskan komitmennya terhadap Diplomasi Kemanusiaan dan peran aktif dalam mediasi konflik global, memperkuat posisinya di kancah internasional. (AntaraNews)

Qatar memperingati National Day 2025 sebagai momen penting untuk menegaskan arah kebijakan luar negerinya. Negara ini fokus pada diplomasi kemanusiaan serta peran aktif dalam mediasi konflik di tingkat global. Pendekatan ini disebut telah memperkuat posisi dan reputasi Qatar di panggung internasional.

Peringatan hari berdirinya negara Qatar modern tersebut berlangsung di Jakarta pada Senin, 16 Desember. Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Qatar untuk Indonesia, Al-Reem Hassan Al-Ibrahim, menyampaikan sambutan. Ia menegaskan komitmen Qatar terhadap inisiatif kemanusiaan dan mediasi politik.

Al-Ibrahim menyatakan bahwa Qatar terus memainkan peran aktif di panggung internasional. Upaya kemanusiaan dan mediasi politik menjadi pilar utama kebijakan luar negerinya. Hal ini menunjukkan dedikasi Qatar dalam berkontribusi pada perdamaian dunia.

Qatar secara konsisten memainkan peran sentral dalam penyelesaian konflik dan pencegahan pertumpahan darah di berbagai kawasan dunia. Komitmen ini menegaskan posisi Qatar sebagai mediator yang kredibel. Upaya ini mencakup spektrum luas, mulai dari isu regional hingga krisis global yang lebih besar.

Dalam konteks Timur Tengah, Qatar kembali menegaskan kecaman keras terhadap seluruh praktik Israel. Tindakan tersebut dinilai menjadikan Jalur Gaza tidak layak huni, melanggar gencatan senjata, serta memperluas permukiman ilegal. Qatar juga mengutuk upaya untuk mengubah status quo di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Mengacu pada genosida di Gaza yang berlangsung selama dua tahun terakhir, Al-Ibrahim menyatakan sikap Qatar tetap konsisten. Negara ini mendorong perlindungan warga sipil dan penegakan hukum internasional. Hal ini menjadi prioritas utama dalam kebijakan luar negeri Qatar.

Di luar isu Palestina, Qatar juga terus melanjutkan upaya diplomatiknya untuk berkontribusi dalam penyelesaian berbagai krisis global. Ini termasuk perang di Ukraina dan konflik berkepanjangan di Afrika. "Salah satu pencapaian penting adalah penandatanganan Declaration of Principle di Doha antara Pemerintah Republik Demokratik Kongo dan Gerakan 23 Maret (M23)," ucap Al-Ibrahim, menyoroti keberhasilan mediasi Qatar.

Selain upaya mediasi, Qatar juga menyalurkan dukungan kemanusiaan dan diplomatik yang signifikan. Bantuan ini ditujukan bagi rakyat Suriah, Lebanon, Sudan, dan Yaman. Negara-negara ini hingga kini masih menghadapi ketidakstabilan politik serta konflik berkepanjangan.

Dalam kesempatan tersebut, Al-Ibrahim menyoroti peran Doha sebagai salah satu pusat global. Ibu kota Qatar ini akan menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional sepanjang tahun 2025. Acara-acara tersebut meliputi bidang politik, ekonomi, budaya, dan olahraga.

Sejumlah agenda utama yang akan digelar antara lain Second World Summit for Social Development, MWC Doha 2025, dan Qatar Mediation Forum. Selain itu, Doha juga akan menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional bergengsi seperti FIFA U-17 World Cup, Formula 1 Qatar Grand Prix, dan FIFA Intercontinental Cup. Ini menunjukkan kapasitas Doha sebagai pusat pertemuan global.

Terkait hubungan bilateral dengan Indonesia, Al-Ibrahim mengatakan kemitraan kedua negara dibangun atas dasar saling menghormati dan kemitraan yang tulus. Fondasi kuat ini terjalin di bidang politik, ekonomi, dan budaya. Kesamaan pandangan serta sejumlah perjanjian bilateral disebut menjadi penguat hubungan tersebut.

Ia juga menyinggung kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Doha pada 13 April lalu. Kunjungan ini dinilai memberikan dorongan signifikan bagi penguatan hubungan bilateral. Ini menandai komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama.

"Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang pembentukan Mekanisme Dialog Strategis Tahunan," ucapnya. MoU ini menegaskan kembali komitmen bersama untuk memperluas kerja sama di bidang politik, pertahanan, ekonomi, energi, ketahanan pangan, pariwisata, kesehatan, olahraga, dan berbagai bidang lainnya.

Menjelang peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Qatar dan Indonesia pada 2026, Al-Reem Hassan Al-Ibrahim menyampaikan harapan. Ia berharap agar kerja sama kedua negara semakin erat dan menghasilkan capaian konkret bagi kepentingan bersama. "Antara Qatar dan Indonesia terbentang sebuah jembatan persahabatan, persaudaraan, dan kepentingan bersama. Sebuah jembatan yang terus tumbuh semakin kuat dan kokoh seiring berjalannya waktu," ujarnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi