Pusat Perbelanjaan di Depok Dibuka Bertahap
Merdeka.com - Pemerintah Kota Depok Jawa Barat mulai melakukan masa transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB) dengan membuka pusat perbelanjaan atau mal. Namun pusat perbelanjaan diharuskan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.
"Kami minta pengelola mal agar berkomitmen sesuai pakta integritas yang telah dibuat. Salah satunya menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, Jumat (19/6).
Namun beberapa tempat yang ada di dalam pusat perbelanjaan masih belum diperkenankan untuk dibuka yaitu klinik dokter gigi, tempat bermain dan kegiatan anak, bioskop, karaoke, salon, spa, barber shop/cukur rambut, panti pijat/refleksi dan fitnes center (pusat kebugaran).
"Perlu komitmen dari pengelolanya. Seperti menerapkan protokol kesehatan, kapasitas hanya 50 persen dan menyiapkan mitigasi bencana," jelasnya seperti dilansir dari Antara.
"Kepada pengunjung, kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan secara ekstra, dengan kewajiban menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Hal ini sangat perlu dilakukan, karena penularan Covid-19 bisa terjadi terhadap siapa saja dan dimana saja," tambah Idris.
Dia meminta masyarakat untuk menjaga diri dan keluarga dari penularan Covid-19. "Jika tidak mendesak lebih baik kita menundanya hingga kondisi memungkinkan," tutup Idris.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya