Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan kehormatan Ketua Senat Kerajaan Kamboja, Samdech Techo Hun Sen, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/5).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, mulai dari parlemen, ekonomi, pertahanan, ketenagakerjaan hingga isu sosial.
Puan menekankan pentingnya kerja sama kedua negara untuk menghadapi tantangan global seperti persaingan kekuatan besar dan perang dagang. Ia juga mendorong penguatan solidaritas ASEAN demi menciptakan kawasan yang damai dan stabil.
Selain itu, penguatan diplomasi parlemen diperlukan dalam menghadapi tantangan global dan krisis multidimensi, lewat forum-forum seperti AIPA, APA (Asian Parliamentary Assembly) dan IPU (Inter-Parliamentary Union).
“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan parlemen untuk menghadapi tantangan global yang semakin rumit, hubungan parlemen yang lebih erat akan memperkuat rasa saling percaya dan saling pengertian antara kedua negara,” terangnya.
Dalam pertemuan tersebut, Puan dan Hun Sen sempat membahas persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kamboja, meski tidak secara khusus.
Selain itu, dari sisi ekonomi, Puan mengapresiasi nilai perdagangan RI-Kamboja yang telah melampaui USD 1 miliar pada 2024. Namun menurutnya, masih ada ruang besar untuk meningkatkan konektivitas, investasi, dan perdagangan dua arah, termasuk rencana pembukaan rute penerbangan langsung oleh AirAsia rute Kamboja-Bali dan tambahan rute Jakarta–Phnom Penh.
Ia pun menyoroti peluang pengembangan kerja sama dalam industri halal, yang dapat tercipta dengan dukungan Indonesia dalam pelatihan sertifikasi halal untuk mempermudah ekspor ke negara Muslim.
“Kita perlu mencari peluang baru meningkatkan perdagangan bilateral dan memperkuat kerja sama investasi,” tegas Puan.
Saat bilateral meeting, Puan juga berbicara soal
eratnya hubungan Indonesia dengan Kamboja yang telah terjalin sejak era Presiden Sukarno dan Raja Norodom Sihanouk. “Hubungan yang erat di masa lalu tentu diharapkan dapat menjadi fondasi bagi hubungan masa kini dan masa depan,” ujar Puan.
Hun Sen menyambut baik hal tersebut dan berharap hubungan erat kedua negara terus berlanjut di masa depan. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya kini menjadi penasihat bagi seluruh pemerintahan di Kamboja dan akan mendukung kelanjutan hubungan yang sudah terjalin baik dengan Indonesia.